-->

Breaking

logo

Sabtu, 02 Januari 2021

Muncul Spanduk Dukung Bubarkan FPI, Warga Aceh Singkil Langsung Bakar

Muncul Spanduk Dukung Bubarkan FPI, Warga Aceh Singkil Langsung Bakar

Muncul Spanduk Dukung Bubarkan FPI, Warga Aceh Singkil Langsung Bakar
DEMOCRAZY.ID - Usai pemerintah mengumumkan FPI (Front Pembela Islam) sebagai Ormas terlarang, spanduk dukungan pun mulai muncul. Salah satunya terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.

Namun, kemunculan spanduk yang mendukung pembubaran FPI itu tak diterima oleh Warga Lipat Kajang, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. 


Mereka lantas membakarnya, apalagi isinya mencatut nama warga Aceh Singkil.


Video pembakaran spanduk tersebut juga beredar di media sosial. 


Dalam video tersebut terlihat dua pria yang mengucapkan bahwa warga di sana tidak pernah terlibat dalam pembubaran FPI.


"Kami warga Lipat Kajang tidak pernah terlibat untuk mendukung pembubaran FPI sehingga terpaksa kami turunkan," kata seorang pria dalam video tersebut, Jumat (1/1/2021).


Selain di Kabupaten Aceh Singkil, spanduk yang sama juga terpasang di sejumlah daerah di Aceh, seperti di Kabupaten Aceh Jaya dan Aceh Barat Daya.


Sementara di Kota Banda Aceh, ucapan terima kasih kepada pemerintah karena telah membubarkan ormas FPI berjejer di kawasan Simpang Lima Banda Aceh, tepatnya di depan Markas Kodam Iskandar Muda.


Karangan bunga itu juga mencantumkan nama elemen masyarakat seperti Paguyuban Anti Radikalisme, Komunitas Muslim Pancasila, Kelompok Pemuda Islam Aceh dan Pemuda Nusantara.


Diketahui, Menko Polhkam Mahfud MD mengatakan pemerintah telah resmi membubarkan organisasi massa (ormas) Front Pembela Islam (FPI). 


Pembubaran itu berdasarkan keputusan bersama pejabat tinggi negara.


"Bahwa FPI sejak Juni 2019 sudah bubar sebagai organisasi. Namun tetap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan yang bertentangan dengan hukum, merazia, provokasi," ujar Mahfud MD dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (30/12/2020). [Democrazy/jstc]