Breaking

logo

29 September 2022

Mengerikan! Ini Yang Akan Terjadi Jika PKI Menang G30S

Mengerikan! Ini Yang Akan Terjadi Jika PKI Menang G30S

Mengerikan! Ini Yang Akan Terjadi Jika PKI Menang G30S

DEMOCRAZY.ID - Peristiwa G 30 S PKI adalah sejarah terkelam di Indonesia. Sebanyak 6 Jenderal dan seorang perwira TNI dibunuh PKI.


Sebaliknya ada jutaan anggota PKI yang tumpas di tangan TNI dan ormas rakyat. PKI akhirnya kalah. Yang menang adalah TNI angkatan darat.


Peristiwa itu menandai runtuhnya kekuasaan Presiden Sukarno.


Soeharto muncul dan jadi pahlawan dalam peristiwa itu dan ia menjadi Presiden RI selama 32 tahun.


Nah bagaimana jika yang menang bukan TNI? Bagaimana jika PKI yang menang?


Akun YouTube Tukang Kliping punya analisa menarik. Jika PKI yang menang maka akan lebih banyak lagi pembantaian. 


Amerika Serikat menyatakan ada 500 ribu hingga 1 juta warga yang dibantai.


Analisa Sarwo Edhi Wibowo, komandan RPKAD yang menghancurkan PKI di tanah Jawa, korban mencapai 3 juta orang.


Tapi itu belum seberapa dengan korban pembantaian Komunis di masa Uni Soviet dulu yang mencapai puluhan juta.


Belum lagi di wilayah Komunis lainnya seperti Kamboja. Hal itu sesuai analisa sejarawan Anhar Gonggong.


Dia tidak percaya ucapan PKI bahwa mereka akan berjuang lewat Parlemen atau sarana Demokrasi.


Dikutip dari akun youtube PinterPolitik TV, PKI di masa Aidit punya ciri yang berbeda dengan PKI di masa Muso maupun Semaun.


PKI di masa Aidit adalah PKI yang pragmatis. Dia sendiri mendukung Sukarno. Di sisi lain, PKI Aidit sangat dekat dengan Tiongkok.


Nah jika PKI yang menang dalam G 30 S PKI, maka sangat mungkin Indonesia akan jadi negara Komunis mirip Tiongkok.


Yang pragmatis dan cenderung permisif dengan aspek kemajuan ekonomi dari kapitalis. Hanya saja PKI nya Aidit akan beroleh banyak tantangan.


Pertama dari kubu Islam. Lalu dari kubu militer. Ini akan menjadikan perang sipil berdarah darah di Indonesia.


Peristiwa G30S PKI terjadi pada malam hari tepatnya saat pergantian dari tanggal 30 September hari Kamis menjadi 1 Oktober pada hari Jumat tahun 1965.


Kejadian tersebut melibatkan Pasukan Cakrabirawa dan Anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berambisi menggulingkan Presiden Soekarno dan menginginkan pemerintahan Indonesia menjadi komunis.


G30S PKI dipimpin oleh ketuanya saat itu Dipa Nusantara Aidit atau sering dikenal dengan nama DN. Aidit.


DN. Aidit gencar memberikan hasutan kepada seluruh masyarakat Indonesia supaya mendukung PKI dengan iming-iming Indonesia akan lebih maju dan sentosa.


Awal mula gerakan tersebut hanya bermaksud menculik dan membawa para Jenderal dan perwira tinggi ke Lubang Buaya.


Namun, ada beberapa prajurit Cakrabirawa yang memutuskan untuk membunuh Dewan Jenderal dan Perwira Tinggi itu.


Jenderal-jenderal yang dibunuh PKI di antaranya adalah Jenderal Karel Satsuit Tubun dan Jenderal Ahmad Yani.


Sisa dari Jenderal dan Perwira Tinggi tidak dibunuh, tetapi akhirnya meninggal secara perlahan karena luka dari penyiksaan selama di Lubang Buaya. [Democrazy/TerasGorontalo]