Ferdy Sambo Diduga Lakukan Pemerasan, Kamaruddin: Untuk Dapat Jabatan Brigjen Setor Rp2,5 Miliar | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

15 September 2022

Ferdy Sambo Diduga Lakukan Pemerasan, Kamaruddin: Untuk Dapat Jabatan Brigjen Setor Rp2,5 Miliar

Ferdy Sambo Diduga Lakukan Pemerasan, Kamaruddin: Untuk Dapat Jabatan Brigjen Setor Rp2,5 Miliar

Ferdy Sambo Diduga Lakukan Pemerasan, Kamaruddin: Untuk Dapat Jabatan Brigjen Setor Rp2,5 Miliar

DEMOCRAZY.ID - Pengacara Brigadir J atau Josua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak kembali membuka fakta mengejutkan mengenai Ferdy Sambo. 


Saat menjabat sebagai Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo sebagai Polisinya Polisi, adalah 'penentu' nasib jendral lainnya maupun Polisi dengan jabatan di bawahnya.


Ferdy Sambo memiliki 'catatan' setiap anggota Polisi. Catatan ini dimanfaatkan untuk personel yang ingin naik jabatan 


Hal itu dikatakan Kamaruddin Simanjuntak usai mendapat aduan dari seorang Brigadir Jendral Polisi (BJP). 


"Waktu itu saya sedang di Medan, dihubungi oleh seorang BJP," kata Kamaruddin Simanjuntak melalui kanal Youtube Uya Kuya TV yang tayang pada Rabu, 14 September 2022. 


Kamaruddin mengatakan bahwa Jenderal Polisi tersebut mengucapkan terima kasih pada Kamaruddin Simanjuntak. 


"Dia berdiri dengan sikap yang sempurna, bahkan istrinya pun disuruh berdiri dengan sikap sempurna. Menghadap saya dan memanggil saya komandan, awalnya saya kira bercanda," ujar Kamaruddin Simanjuntak. 


"Dia berterima kasih dan menangis. Dia mengaku diperas hingga Rp2,5 miliar," cerita Kamaruddin Simanjuntak. 


Menurut Kamaruddin, BJP tersebut awalnya ingin naik pangkat dari Kombes dan menduduki jabatan tertentu.


Untuk mendapat apa yang diinginkannya, Ferdy Sambo melakukan pemerasan dengan meminta setoran Rp2,5 miliar. 


"Dia diperas karena mau. Dia menghendaki suatu jabatan waktu masih Kombes, lalu untuk mendapatkan jabatan itu dia harus setor Rp2,5 miliar," ujarnya.


Tetapi setelah setot ternyata hanya Brigadir Jenderalnya saja yang dapat. 


Sedangkan jabatannya tidak didapatnya. sehingga ia merasa tertipu. 


"Ternyata setelah disetor Rp2,5 miliar, dia dapat BJP-nya tetapi jabatan yang dimau tidak didapatkan. Makanya dia kecewa juga," ujar Kamaruddin Simanjuntak. 


Dengan terungkapnya kasus Ferdy Sambo ini menurut Kamaruddin Simanjuntak, 'korban' Ferdy Sambo tersebut sepertinya berterima kasih. 


"Dia berterima kasih ke saya, seakan-akan membalaskan karma untuk dia," kekehnya Kamaruddin Simanjuntak.  


"Dia marah karena hanya pangkat jendralnya yang didapat tetapi jabatan tak didapat," pungkasnya. [Democrazy/Tangsel]