Terkuak! Foto Jasad Brigadir Yosua saat Ditembak di Rumah Dinas Ferdy Sambo | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

22 Agustus 2022

Terkuak! Foto Jasad Brigadir Yosua saat Ditembak di Rumah Dinas Ferdy Sambo

Terkuak! Foto Jasad Brigadir Yosua saat Ditembak di Rumah Dinas Ferdy Sambo

Terkuak! Foto Jasad Brigadir Yosua saat Ditembak di Rumah Dinas Ferdy Sambo

DEMOCRAZY.ID - Komnas HAM memiliki foto di TKP rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jl. Duren Tiga, Jakarta Selatan pada tanggal 8 Juli 2022.


Bahkan, dalam foto itu jasad Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat masih berada di tempat. 


Hanya saja, menurut Komnas HAM foto itu belum bisa dibuka ke publik karena dapat mengganggu proses penyelidikan.


Demikian diutarakan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR bersama dengan Kompolnas dan LPSK di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/8/2022).


“Kami juga mendapatkan dari siber ini dari rekam jejak digital ini foto tanggal 8 di TKP, enggak bisa dibuka di sini mohon maaf biar enggak mengganggu proses penyidikan di kepolsian nanti,” ujar Choirul Anam.


“Ini nanti juga akan kami rekomendasikan kepada kepolisian. Mungkin juga pak polisi pasti sudah punya juga, tapi kami juga punya itu. Jadi foto di TKP tanggal 8 pasca kejadian, jadi kalau kejadian itu,” sambungnya.


Kemudian, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni selaku pimpinan rapat menanyakan kepada Anam apakah Komisi III DPR boleh melihat gambar itu dalam forum rapat tertutup guna menjaga rahasia.


Komnas HAM membolehkan itu tapi Komisi III mendekat untuk melihat foto tersebut, sehingga rapatnya tidak perlu digelar tertutup.


“Kalau saya kasih tunjuk aja enggak usah tertutup gitu boleh?,” tanya Choirul Anam.


Namun, salah satu anggota Komisi III DPR tidak setuju jika foto yang dimaksud ditunjukkan secara parsial, sementara seluruh anggota Komisi III DPR ingin juga melihat foto yang dimaksud. 


Jadi, baiknya agar rapat digelar tertutup.


Sayangnya, Komnas HAM tidak setuju dengan ide tersebut karena dapat mengganggu proses penyidikan kalau ia buka. 


Jadi, Anam menawarkan bahwa foto itu bisa dibuka secara terbatas, kalau tidak forum rapat digelar tertutup. 


Setelah perdebatan panjang, akhirnya foto batal dibuka dan rapat dilanjutkan.


“Oke, kalau gitu simpan dulu aja (fotonya),” kata Sahroni.


Anam menjelaskan bahwa Komnas HAM mendapatkan foto yang terjadi di tanggal 8 Juli di TKP pasca peristiwa kejadian dan pada posisi yang paling penting yakni, pada posisi jenazah yang masih ada di tempatnya di Jl. Duren Tiga tanggal 8 Juli dan pasca kejadian. [Democrazy]