SIMAK! Lima Klaster 'Obstruction of Justice' Kasus Pembunuhan Brigadir Joshua, Ferdy Sambo Jadi Dalang Utama | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

19 Agustus 2022

SIMAK! Lima Klaster 'Obstruction of Justice' Kasus Pembunuhan Brigadir Joshua, Ferdy Sambo Jadi Dalang Utama

SIMAK! Lima Klaster 'Obstruction of Justice' Kasus Pembunuhan Brigadir Joshua, Ferdy Sambo Jadi Dalang Utama

SIMAK! Lima Klaster 'Obstruction of Justice' Kasus Pembunuhan Brigadir Joshua, Ferdy Sambo Jadi Dalang Utama

DEMOCRAZY.ID - Tim Khusus (Timsus) Polri mengungkap lima klaster dugaan obstruction of justice atas kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.


Klaster tersebut berupa pemindahan hingga perusakan kamera CCTV di tempat kejadian perkara (TKP).


"Dalam hal ini kita bagi menjadi lima klaster. Yang pertama, adalah Kompleks Aspol Duren Tiga. Kita sudah periksa tiga orang. Yaitu saudara N, M dan saudara AZ," ungkap Direktur Siber Bareskrim Polri, Brigjen Asep Edi Suheri kepada wartawan, Jumat, 19 Agustus 2022.


Asep mengungkap, klaster selanjutnya yaitu pengambilan DVR CCTV. Empat orang diperiksa terkait hal ini.


"Selanjutnya klaster kedua, yang melakukan pengambilan DVR CCTV. Kita sudah melakukan pemeriksaan sebagai saksi empat orang. Yaitu saudara AF, AKP IW, AKBP AC dan Kompol AM," tuturnya.


Asep kemudian melanjutkan, untuk klaster ketiga yakni terkait transmisi data CCTV dan pengerusakan. Ada tiga orang yang diperiksa.


"Dan klaster yang ketiga adalah melakukan pemindahan transmisi dan melakukan pengerusakan. Yaitu tiga orang sudah dilakukan pemeriksaan. Kompol PW, Kompol CP dan AKBP AM," tuturnya.


Kemudian dalam klaster keempat adalah terkait mereka yang memberi perintah.


Ferdy Sambo termasuk yang memerintahkan pemindahan dan pengerusakan CCTV tersebut.


"Dan klaster keempat adalah yang menyuruh melakukan. Begitu memindahkan dan perbuatan lainnya. Irjen FS, Brigjen HK dan juga AKBP AN," ungkapnya.


Adapun klaster kelima ada empat orang yang diperiksa. Keempatnya adalah polisi. 


"Dan klaster yang kelima. Ada empat. AKP DA, AKP RS, AKBP RRS, Bripda DR," tukasnya. [Democrazy/FIN]