Relawannya Wacanakan 3 Periode, Jokowi: Ya Boleh-boleh Saja, Namanya Demokrasi | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News

Breaking

logo

19 Agustus 2022

Relawannya Wacanakan 3 Periode, Jokowi: Ya Boleh-boleh Saja, Namanya Demokrasi

Relawannya Wacanakan 3 Periode, Jokowi: Ya Boleh-boleh Saja, Namanya Demokrasi

Relawannya Wacanakan 3 Periode, Jokowi: Ya Boleh-boleh Saja, Namanya Demokrasi

DEMOCRAZY.ID - Presiden Jokowi menilai apa yang dilakukan para relawannya terkait wacana Jokowi 3 periode adalah sesuatu yang diperbolehkan.


Jokowi sendiri sudah menegaskan soal posisinya dalam wacana tersebut bahwa dia menolak 3 periode atau perpanjangan masa jabatan.


"Ya kalau buat saya ya boleh-boleh saja. Itu kan sebuah bentuk demokrasi dan itu masih tataran wacana," kata Jokowi saat diwawancara khusus oleh Karni Ilyas, dikutip Jumat (19/8/2022).


Menurut Jokowi, wacana tiga periode yang beberapa waktu terakhir ramai diperbincangkan sama halnya seperti wacana soal dirinya untuk mundur.


"Orang boleh juga menyampaikan 'Jokowi mundur', atau 'ganti presiden' kan juga boleh, enggak apa-apa. Yang paling penting jangan anarkis, itu saja," tambahnya.


Karni Ilyas kemudian menimpali bahwa ada  penafsiran soal wacana 3 periode dari Presiden Jokowi sendiri.


"Ya boleh-boleh saja. Namanya juga tafsir kok. Inilah demokrasi kita," tandasnya.


Sebelumnya, Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi menjelaskan mengapa dirinya kembali lagi mengangkat isu Jokowi 3 periode.


Budi mengklaim bahwa apa yang dikatakannya bersumber pada aspirasi yang merujuk ke lembaga survei.


"Masih ada aspirasi dan keinginan di masyarakat. Memang survei 67 persen menolak 3 periode, tapi masih ada 33 persen, artinya 1 per 3 orang Indonesia yang masih pengin Pak Jokowi 3 periode gitu loh, tetapi secara konstitusi kan tidak memungkinkan," kata Budi di Kompleks Parlemen Senayan, Sabtu (11/6/2022).


Lebih lanjut, Budi mengatakan pihaknya kini tengah menyiapkan Musyawarah Rakyat yang berfokus pada siapakah sosok yang bakal melanjutkan tongkat estafet Jokowi di 2024.


"Duet pelanjut karena kita tahu, yakin nih, tidak ada yang terlalu kuat, sehingga harus duet. Koalisi partai menentukan, capres menentukan, cawapres menentukan dan keempat relawan Jokowi ke mana menentukan," kata dia


Musyawarah tersebut, dikatakan Budi, akan berlangsung pada Juli hingga April 2023, dan akan diputuskan pada tahun depan.


"Semuanya kan masih terbuka, terbuka siapa pun yang diinginkan oleh seluruh komponen anak bangsa kita ajak, karena bagi kami, demokrasi memerlukan partisipasi. Ini bagian dari kami untik mendorong mekanisme demokrasi untuk mencari pelanjut Presiden Jokowi," tandasnya.


Diberitakan sebelumnya, Budi Arie menyampaikan masih ada kemungkinan untuk Presiden Jokowi meneruskan masa jabatannya.


"Kalau metaforanya balapan, 2024 itu tikungannya banyak dan tajam-tajam, karena masih banyak kemungkinan. Dalam balap itu kita nggak bisa menduga siapa pemenang di lap terakhir. Nah, ini 2024 sama, ketidakpastian, unpredictable-nya tinggi sekali. Saya bilang ke teman-teman Projo, kita harus jeli, jangan-jangan 3 periode, jangan-jangan perpanjangan masa jabatan," kata Budi Arie dalam diskusi kolaborasi Total Politik dengan tema 'Adu Perspektif: Salip-Menyalip Politik di Luar Sirkuit', Rabu (8/6/2022). [Democrazy]