Breaking

logo

01 Agustus 2022

Kupas Kejanggalan Tewasnya Brigadir Joshua, Eks Jenderal: Kasus Ini Jadi Aib Polisi, Ada Upaya Untuk Merekayasa

Kupas Kejanggalan Tewasnya Brigadir Joshua, Eks Jenderal: Kasus Ini Jadi Aib Polisi, Ada Upaya Untuk Merekayasa

Kupas Kejanggalan Tewasnya Brigadir Joshua, Eks Jenderal: Kasus Ini Jadi Aib Polisi, Ada Upaya Mereka Merekayasa

DEMOCRAZY.ID - Irjen (Purn) Aryanto Sutadi mengupas 30 kejanggalan tewasnya Brigadir Joshua atau Brigadir Nopryansah Yoshua Hutabarat di akun Youtube Polisi Ooh Polisi atau POP.


Dari channel Youtube Polisi Ooh Polisi atau POP dengan judul 30 kejanggalan belum terjawab, misteri rumah sang jenderal, Irjen (Purn) Aryanto Sutadi membahas satu per satu. Video ini diunggah 31 Juli 2022.


POP ini diakui diasuh oleh Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi dan beberapa pensiunan polisi yang lain .


Pensiunan jenderal ini menerangkan 30 kejanggalan tersebut.


Salah satu kejanggalan adalah Keterlambatan rilis selama tiga hari yang dikutip dari channel YouTube Polisi ooh Polisi.


Irjen (Purn) Aryanto Sutadi mengatakan bahwa keterlambatan rilis selama tiga hari terkait dengan kasus ini akan membuat publik bertanya tentang penanganannya karena kasus ini antar polisi maka ada upaya direkayasa.


“Wah, kasus ini adalah kasus aib polisi pasti ada upaya untuk direkayasa,” kata Aryanto Sutadi menganalisa salah satu tanggapan masyarakat soal tewasnya Brigadir Joshua ini.


Tambahnya lagi bahwa kasus ini merupakan kasus polisi tembak polisi, mungkin bisa diselesaikan secara internal.


“Kalau dibuka bisa memalukan. Misalnya begitu,” katanya.


Namun, karena terlanjur viral harusnya polisi menjelaskan secara gamblang alasan tersebut agar bisa menjawab pertanyaan publik.


“Misalnya ya, awalnya kasus ini adalah kasus internal maka akan diselesaikan secara internal meskipun akhirnya viral,” ucap Aryanto Sutadi.


“Bharada E saksi bela diri,” katanya lagi merunut salah satu kejanggalan yang lain.


“Kenapa barang bukti tidak diekspose pada rilis pertama,” katanya lagi.


“Saya hitung ada 15 kejanggalan,” katanya lagi.


Sementara pada salah satu kejanggalan soal pistol glock yang dimiliki Bharada E.


“Sayangnya selama sebulan ini belum ada secara resmi dari kepolisian, pistol glock itu sudah biasa di kepolisian,” kata Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi.


Kemudian soal CCTV yang rusak di rumah Irjen Ferdy Sambo, ini juga menimbulkan kejanggalan bagi masyarakat.


“Jangan dibilang gak ada. Ngawur itu. Bilang saja kerusakannya seperti ini,” katanya lagi.


Menurutnya, polisi harus pandai-pandai memberikan jawaban yang bisa memuaskan masyarakat. 


Polisi bisa memilah mana yang bisa disampaikan dan tidak bisa disampaikan.


“Kuncinya adalah kejujuran,” katanya lagi dalam podcast POP itu. [Democrazy]