Breaking

logo

11 Juli 2022

Wali Kota Depok Kepingin Daerahnya Gabung Dengan Jakarta, Alasannya Bikin Haters Anies Kejang-kejang

Wali Kota Depok Kepingin Daerahnya Gabung Dengan Jakarta, Alasannya Bikin Haters Anies Kejang-kejang

Wali Kota Depok Kepingin Daerahnya Gabung Dengan Jakarta, Alasannya Bikin Haters Anies Kejang-kejang

DEMOCRAZY.ID - Wali Kota Depok Mohammad Idris berkali-kali menyebutkan agar Kota Depok bergabung dengan Provinsi DKI Jakarta.


Menurut Idris, meleburnya Depok dengan Jakarta akan membuat tata kelola pemerintahan lebih efektif.


"Karena praktik pemerintahan daerah DKI Jakarta telah menghadirkan pemerintahan yang efektif, demokratis, dan efisien," ujarnya beberapa waktu lalu.


Terkini, Mohammad Idris kembali menguatkan niatnya untuk bergabung ke Jakarta agar bisa merasakan pembangunan yang diprakarsai Anies Baswedan.


Usulan itu muncul setelah ramai fenomena anak muda dari daerah tersebut dan daerah penyangga ibu kota, seperti Citayam dan Bojonggede, berkumpul ke kawasan Sudirman dan Taman Dukuh Atas.


Adapun Depok saat ini masuk dalam wilayah adminsitrasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.


Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan susah senangnya membangun Jakarta. Karena setiap sesuatu pasti memancing kontroversi yang kemudian selalu dibesar-besarkan.


"Seru dong kalau saya tanggapin," kata Anies di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (10/7).


Anies lalu menyinggung soal program pelebaran trotoar di Kawasan Sudirman yang sempat menimbulkan kontroversi karena mengurangi jalan untuk kendaraan bermotor.


Kini, kawasan itu menjadi tujuan orang-orang untuk menikmati megahnya gedung-gedung pencakar langit dan menikmati suasana pusat kota.


"Ingat waktu itu sempat kontroversi karena melebarkan jalan untuk pejalan kaki, mengurangi jalan untuk kendaraan bermotor. Tapi jalan Jenderal Sudirman memang kami rancang untuk menjadi complete street," ujarnya.


Ia menjelaskan complete street adalah kawasan yang terdiri dari trotoar yang diperuntukkan bagi para pejalan kaki, pesepeda, lokasi kendaraan umum hingga untuk kendaraan pribadi.


"Tempat ini yang dulunya orang keluar-masuk Sudirman itu selalu menggunakan kendaraan pribadi, bahkan pindah antar gedung pun kendaraannya pribadi, sekarang mereka bisa jalan kaki dan masyarakat luar kawasan Sudirman itu bisa jalan-jalan ke sana," katanya.


Diberitakan, dalam beberapa waktu terakhir anak-anak remaja dari wilayah penyangga seperti Citayam dan Bojonggede menjadi sorotan di media sosial. 


Mereka kerap nongkrong di Kawasan Sudirman dan Taman Dukuh Atas.


Di Dukuh Atas diketahui ada sejumlah taman dan ruang terbuka yang dapat dinikmati oleh warga.


Anak-anak asal Citayam hingga Bojonggede itu viral di media sosial seperti Instagram ataupun TikTok lewat konten-konten yang menunjukkan mereka nongkrong dengan pakaian atau outfit tertentu. [Democrazy]