Breaking

logo

27 Juli 2022

Soal Islamophobia di RI, Mahfud MD: Ada Juga Kristen Phobia dan Hindu Phobia!

Soal Islamophobia di RI, Mahfud MD: Ada Juga Kristen Phobia dan Hindu Phobia!

Soal Islamophobia di RI, Mahfud MD: Ada Juga Kristen Phobia dan Hindu Phobia!

DEMOCRAZY.ID - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menegaskan, pemerintah Indonesia tidak anti Islam alias Islamophobia. 


Mahfud MD mengatakan, yang ada di Indonesia hanya Individu yang phobia terhadap satu ajaran agama tertentu. 


Mahfud bilang, jika ada individu yang phobia terhadap satu ajaran agama tertentu, maka di Indonesia bukan saja ada Islamophobia, tetapi juga ada Krisrenphobia, Katolikphobia dan lainnya. 


Mahfud lantas menyinggung narasi 'di salib ada jin kafir. 


Adapun pernyataan ini sempat viral setelah diucapkan oleh Ustadz Abd Somad. 


"Ada yang bilang di salib ada jin kafir. Itu bukan fobia negara, tapi pernyataan orang," kata Mahfud MD melalui Twitter-nya, dikutip Rabu 27 Juli 2022.


Mahfud MD juga menyinggung nama Abu Janda yang sering menyindir pakaian syari'h, misalnya cadar sebagai budaya Arab. 


"Yang bilang kadrun, cadar, Arab itu misalnya Abu Janda, bukan Pemerintah," ucap Mahfud MD. 


Mantan Ketua MK ini mengatakan, jika ada individu selalu menyindir pakaian wanita muslimah lantas dianggap Islamophobia, maka di Indonesia bukan saja ada Islamophobia tetapi juga Kristen Phobia atau Hindu Phobia. 


"Kalau orang bilang celana cingkrang, cadar itu ke-araban dan kadrun, itu yang bilang bukan Pemerintah tapi kelompok orang terhadap kelompok lain," kata Mahfud. 


"Kalau itu dianggap Islamofobia maka ada juga dong Keristenfobia, Hindufobia, Katolikfobia. Ada orang yang mengejek ritual Hindu, ada isu Keristenisasi," ujar Mahfud. 


Mahfud kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak Islamophobia.


Dia mengatakan, saat ini banyak institusi Islam berkembang pesat. Pondok pesantren berkembang di mana-mana. 


"Institusi-institusi Islam seperti UIN, ponpes, terus berkembang. Politisi bebas bersaing tanpa diskriminasi."


"Pejabat-pejabat muslim bangga pergi ke masjid, menyandang sajadah,bikin pengajian, intelektual muslim berjibun. Kontestasi politik selalu menghitung umat Islam. Dimana fobinya terhadap Islam?" katanya. [Democrazy/FIN]