Breaking

logo

25 Juli 2022

Pengakuan Brigadir Joshua Sebelum Tewas: 'Naik ke Atas Dihabisi!'

Pengakuan Brigadir Joshua Sebelum Tewas: 'Naik ke Atas Dihabisi!'

Pengakuan Brigadir Joshua Sebelum Tewas: 'Naik ke Atas Dihabisi!'

DEMOCRAZY.ID - Kuasa hukum Kamarudin Simanjuntak menyebut bahwa Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mendapat ancaman pembunuhan.


Menurutnya, ancaman itu terus meneror Brigadir J hingga membuat dia merasa sangat tertekan.


Disebutkan ancaman terakhir terjadi pada 7 Juli 2022, atau sehari sebelum Brigadir J dinyatakan meninggal dunia.


"Bila naik ke atas akan dihabisi," ucap Kamarudin menjelaskan soal nada ancaman untuk polisi berusia 27 tahun itu, di Jambi, pada Sabtu 23 Juli 2022.


Pesan ancaman pembunuhan sudah diterima Brigadir J sebelum tewas 'Jika Brigadir J naik ke atas maka Brigadir J akan dibunuh'.


Menurut Kamaruddin, maksud naik ke atas tersebut terlihat janggal. Hal ini yang harus dikuak oleh kepolisian atas ancaman Brigadir J.


Kamaruddin mengungkapkan, kliennya menerima ancaman sejak Juni 2022.


"Di situ diancam, apabila naik ke atas, akan dihabisi atau dibunuh," ujar Kamaruddin.


Kamaruddin menjelaskan, ancaman itu terungkap dalam jejak elektronik.


Kendati begitu, pihaknya belum mengetahui pasti siapa yang mengancam kliennya itu. 


Lalu, ancaman terakhir yang diterima Brigadir J adalah saat berada di Magelang, Jawa Tengah, mengawal atasannya pada 7 Juli 2022.


Dari rekaman percakapan di grup WhatsApp keluarga, Brigadir J terakhir kali aktif pada pukul 17.05, Jumat 8 Juli 2022 atau tak lama sebelum Brigadir J tewas.


Berikut transkrip percakapan Yosua di grup WhatsApp keluarga:


- Tanggal 8 Juli 2022 Pagi Anggota keluarga mengirimkan foto keluarga di Grup WA sedang berada di pemandian air panas Sipoholon, Tarutung.


- Lokasi pemandian itu pernah jadi tempat mereka main sewaktu kecil.


- Komentar Brigadir Yosua: asyik sekali!!!


- Tanggal 8 Juli 2022 Siang Pukul 12.58: anggota keluarga kirim foto ibu di grup WhastApp.


- Pukul 13.02: akun Yosua membaca pesan foto namun tidak ada respons.


- Pukul 17.05: riwayat WhatsApp aktif terakhir.


Kamaruddin berharap, bukti-bukti baru tersebut dapat membantu aparat kepolisian mendalami soal ancaman terhadap Brigadir J tersebut.


"Makna naik ke atas inilah yang jadi tugas penyidik, karena temuan itu, sudah kami serahkan ke penyidik utama, supaya digali, melibatkan tim siber dan yang ahli di bidang itu," ungkapnya. [Democrazy/DW]