Breaking

logo

30 Juli 2022

NGERI! Selain Otak Brigadir J Hilang, Ditemukan Pula '4 Luka Misterius' Yang Bukan Dari Tembakan

NGERI! Selain Otak Brigadir J Hilang, Ditemukan Pula '4 Luka Misterius' Yang Bukan Dari Tembakan

NGERI! Selain Otak Brigadir J Hilang, Ditemukan Pula '4 Luka Misterius' Yang Bukan Dari Tembakan

DEMOCRAZY.ID - Insiden baku tembak yang berujung pada tewasnya Brigadir J telah menyeret banyak pihak.


Buntut dari insiden tersebut yang menewaskan Brigadir J, Kapolri telah menonaktifkan beberapa petinggi polri termasuk Irjen Ferdy Sambo.


Sebelumnya pernyataan dari kepolisian yaitu Polres Jakarta Selatan, Brigadir J tewas ditembak oleh Bharada E karena melakukan tindakan tidak pantas kepada istri Irjen Ferdy Sambo yakni Putri Candrawathi.


Diduga lerbuatan Brigadir J itu disinyalir penyebab utama terjadinya insiden penembakan.


Dari hasil autopsi ulang Brigadir J, terdapat beberapa fakta yang mengejutkan publik.


Meski hasil autopsi Brigadir J belum diumumkan secara resmi di publik, namun ada beberapa bocoran mengenai kondisi tubuh dan luka Yoshua saat di autopsi.


Kamaruddin Simanjuntak, melalui wawancara dengan Refly Harun pada kanal YouTube RH menyampaikan beberapa fakta menarik terutama kondisi luka Brigadir J.


Diketahui bahwa dalam aksi baku tembak yang terjadi dikediaman Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo Brigadir J menembak sebanyak 7 sedangkan Bharada E sebanyak 5 kali.


Namun diduga tak ada satu pun peluru yang melukai Bharada E, disisi lain Brigadir J tak hanya mengalami luka tembak akan tetapi juga mengalami luka lebam dan sayatan di beberapa bagian tubuh.


Sementara Bharada E yang terlibat dalam aksi baku tembak yang akhirnya menewaskan Brigadir J itu, tidak mengalami luka sedikit pun.


Luka-luka selain dari luka tembak di bagian tubuh Brigadir J ini yang kemudian menumbulkan banyak pertanyaan.


Berikut analisis luka dan jarak tembak oleh kuasa hukum keluarga Brigadir J Kamaruddin simanjuntak berdasarkan hasil kesimpulan autopsy pada beberaapa hari lalu.


1. Luka di hidung


Luka di bagian hidung ini awalnya telah memunculkan berbagai bentuk pertanyaan serta spekulasi liar, tak hanya pihak kuasa hukum Brigadir J.


Sebelumnya ketua umum IPW Sugeng Imam Santoso juga memberikan analisisnya terkait dengan luka dibagian hidung Brigadir J sebelum dilakukannya autopsi ulang.


Menurut Sugeng luka di bagian hidung Brigadir J itu bukanlah sebuah rekoset.


Kamaruddin mengatakan, menurut hasil dari autopsi ulang, luka pada bagian hidung Brigadir J itu disebabkan oleh tembakan dari arah belakang yang tegak lurus sehingga peluru menembus bagian hidung dan menyebabkan luka robekan di hidung.


Dari analisis luka yang tegak lurus itu, Kamarudin mengatakan jika seharusnya luka tembak tidak lurus seperti itu jika benar adanya insiden saling tembak.


Refly Harun menambahkan apalagi posisi antara keduanya juga berbeda, seperti yang diketahui bahwa Brigadir J berada dalam kamar sedangkan Bharada E berdiri di bagian tangga karena posisinya dari lantai atas.


Kamarudin menambahkan seharusnya luka tembak Brigadir J itu tidak lurus malainkan menyamping.


“Seharusnya miring karena sudutnya itu bukan sudut datar,” ujarnya.


2. Luka tembak bagian rahang


Kamaruddin Simanjuntak kembali menguraikan posisi luka dan analisis terhadap posisi tembak Brigadir J menurut kesimpulan hasil autopsy beberapa hari lalu.


Terlihat bagian bibir Brigadir J luka dan itu merupakan salah satu dari luka tembak.


Kamarudin mengatakan jika tembakan dari bagian arah bawah leher Brigadir J itu menyebabkan giginya berantakan dan terjadi sobekan pada bagian bibir.


“Kalau dari bawah leher, tentu dekat, ada kemungkinan pistolnya itu menempel disini (sambil memegang bagian leher),” ucapnya.


Luka tembak Brigadir J pada bagian bawah rahang leher itu juga tegak lurus keatas.


“Jadi tembakannya dari arah leher, kecuali kalua memang tembaannya dari bibir ke leher maka bisa dekat bisa jauh,” ujarnya menjelaskan.


Kemudian Kamarudin juga menjelaskan jika tembakan pada bagian leher Brigadir J itu terjadi dari arah dekat, maka ada kemungkinan rekoset ke bagian bahu sesuai dengan arah lurus tembakan.


“Seharusnya serpihannya ke dada, tetapi ini tidak ditemukan,” katanya.


Kuasa hukum keluarga Brigadir J itu mengatakan jika menurut kesimpulan sementara tim dokter adalah tembakan dibagian leher Brigadir J itu dari arah bawah.


3. Luka tembak di bagian dada


Pada dada bagian kanan Brigadir J itu terdapat satu luka tembakan yang juga lurus.


Pada luka jahit tersebut, juga ditemukan campuran lem dan simpul benang berwarna hitam dengan bentuk tidak beraturan.


“Kemudian terdapat luka bekas autopsy sepanjang dada hingga perut,” ucapnya.


Dalam penjelasan dari hasil keterangan autopsy dalam dokumen, dokter menjelaskan antara dada kanan dan kiri tidak simetris.


Dada bagian kanan tidak ada luka dan kemudian dada bagian kiri terdapat luka tembak masuk dan ada luka lubang dibagian dada kiri.


“Ketika diangkat ada plastic dan jaringan otak,” tuturnya lagi.


Kamarudin menjelaskan jika dirinya pun tidak mengerti mengapa jaringan otak yang seharusnya ada pada bagian kepala berpindah ke bagian dada.


“Lidah paru dan jantung menjadi satu bagian,” ucapnya.


Refly harun mengatakan, intinya otak Brigadir J tadinya tidak ada dan ternyata ditemukan jaringan otak itu pada bagian dada.


Kamarudin kembali menjelaskan bahwa hasil autopsy ini baru merupakan hasil kesimpulan sementara yang dilihat secara kasat mata.


Sementara untuk hasil kesimpulan finalnya, itu nanti aka nada pada 4 sampai 8 minggu karena masih dilakukan pengujian lab.


4. Luka tembak pada bagian lengan


Kemudian dilengan bawah kiri bagian bawah samping kanan dan bagian pergelangan tangan terdapat luka terbuka.


“Ini lengan bawah kiri ya (sambil menunjukkan bagian lengan),” katanya.


Lengan bawah kiri samping kanan Brigadir J, terdapat luka terbuka berlubang dikelilingi lem dengan ukuran 0,5 cm tembus kedalam sepanjang 6 cm.


Kamarudin terus mambaca hasil kesimpulan sementara autopsy ke-2 Brigadir J yang menjelaskan jika pada pergelangan kiri dalam luka terbuka tapi tidak rata, pergelangan mengalami patah tulang.


“Nah ini ada patah tulang ini, inikan ada 2 tulang kan (sambil memegang pergelangan) nah itu tulang itu patah,” katanya sambil terus menjelaskan.


Kemudian pada kelingking bagian kiri ruas ujung kana nada luka terbuka tapi tidak rata.


Kamarudin menjelaskan jika tulang kelingking Brigadir J ini patah.


“Entah siapa yang mematahkan itu, kan pelurunya kan bukan ke kelingking tapi ke pergelangan, tapi yang patah kelingking,” katanya.


Kamaruddin menambahkan jika penyebab luka Brigadir J yang tidak sesuai dengan arah tembak tidak sesuai jika disinkronkan dengan kronologi yang telah disampaikan kepolisian. [Democrazy]