Breaking

logo

09 Juli 2022

5 FAKTA Kisah Viral Anak Sopir Angkot Jadi Lulusan Terbaik SPN Polda Jabar, Pernah Gagal

5 FAKTA Kisah Viral Anak Sopir Angkot Jadi Lulusan Terbaik SPN Polda Jabar, Pernah Gagal

5 FAKTA Kisah Viral Anak Sopir Angkot Jadi Lulusan Terbaik SPN Polda Jabar, Pernah Gagal

DEMOCRAZY.ID - Momen haru anak sopir angkot jadi lulusan terbaik di Sekolah Pendidikan Kepolisian (SPN) Polda Jawa Barat (Jabar), viral di media sosial.


Adalah Andi Sonjaya (20), siswa lulusan terbaik Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I Tahun 2022.


Dia bersujud dan memeluk kaki ayahnya, Udin Sudrajat (68), yang bekerja sebagai sopir angkot.


Aksi itu dilakukan Andi di hadapan pejabat utama Polda Jabar dan siswa lainnya dalam sebuah upacara, Kamis (7/7/2022).


Dihimpun Tribunnews.com, berikut 5 fakta anak sopir angkot jadi lulusan terbaik SPN Polda Jabar:


1. Cita-cita Sejak Kecil


Melansir Tribun Jabar, Udin mengatakan, putranya becita-cita menjadi polisi sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.


Terlebih, rumah mereka berdekatan dengan Gedung Judo.


Yang mana, Andi kerap melihat polisi-polisi yang hendak naik pangkat berlatih di gedung tersebut.


"Saya bilang kepadanya kalau menjadi polisi itu harus didukung juga dengan dukungan keuangan. Nah, kita uang dari mana, buat makan saja susah," kata Udin, Jumat (8/7/2022).


Meski kondisi ekonomi pas-pasan, Udin tak mematahkan semangat dan cita-cita putranya.


Dia menguatkan Andi dengan harapan dan doa.


"Ya mudah-mudahan saja, siapa tahu yang namanya rejeki mah enggak ada yang tahu."


"Bapak berdoa dan Andi ikut berjuang lebih baik, jangan mengandalkan ijazah dari sekolah saja," ujar Udin menirukan ucapannya saat itu.


2. Pernah Gagal


Setelah lulus SMA, Andi masuk ke judo hingga meraih prestasi dalam olahraga tersebut.


Andi pun pernah mendaftar masuk polisi pada tahun 2021, namun ia gagal.


"Andi ini dua kali daftar masuk polisi, tapi yang pertama daftar itu gugur ketika perangkingan," terangnya.


Namun, kata Udin, anaknya itu tak menyerah.


"Dia tak patah semangat sampai daftar lagi dan meminta saya tanda tangan sebanyak-banyaknya untuk mendaftar. Akhirnya Andi bisa lulus dengan rangking teratas dan kami sekeluarga terharu," paparnya.


3. Cari Uang Tambahan


Saat mengetahui kegigihan anaknya yang ingin jadi polisi, Udin sempat khawatir tak bisa membiayai putranya, karena profesinya yang hanya sebagai sopir angkot.


Namun, Andi terus bertekad hingga memutuskan untuk menjadi ojek pengantar makanan.


"Saya sempat khawatir dan takut bila mana Andi terjatuh saat membawa motor, apalagi saat itu kondisi Covid-19 lagi gencar-gencarnya," ujarnya.


4. Punya Cita-cita Mulia


Sementara itu, Andi mengaku bahagia karena cita-citanya sejak kecil untuk menjadi polisi terwujud.


Kegagalan yang pernah dialaminya justru menjadi pembelajaran untuk berusaha lebih keras lagi.


"Saya belajar dari kesalahan sebelumnya apa yang kurang hingga akhirnya bisa diterima," kata Andi.


Dengan pencapaiannya ini, Andi ingin mengangkat derajat dan perekonomian keluarga.


Dia juga ingin memperbaiki citra Polri di mata masyarakat.


"Saya ingin menjadi perwira dan setelah menjadi polisi ini, ingin bisa memperbaiki citra polri di mata masyarakat," ucapnya.


5. Sosok Andi


Di mata keluarga, Andi merupakan anak yang berbakti kepada orangtuanya.


Dia bahkan, kerap membantu pekerjaan rumah, seperti mencuci, bersih-bersih hingga menanak nasi.


"Andi ini kan anak paling bungsu dan mamah sudah meninggal, otomatis pekerjaan rumah dia yang mengerjakan semua," kata Nina, kakak ipar Andi, dilansir Tribun Jabar.


Selain itu, Andi juga merupakan anak yang sholeh.


Dia aktif dalam kegiatan di masjid hingga menjadi muazin.


Keluarga pun merasa bangga atas keberhasilan Andi menggapai cita-citanya menjadi seorang polisi. [Democrazy/Tribun]