Breaking

logo

06 Juni 2022

VIRAL! Ratusan WNA China Berpakaian APD Lengkap di Bandara Soetta, Ini Penjelasan Kantor Imigrasi

VIRAL! Ratusan WNA China Berpakaian APD Lengkap di Bandara Soetta, Ini Penjelasan Kantor Imigrasi

VIRAL! WNA China Berpakaian APD Lengkap di Bandara Soetta, Ini Penjelasan Kantor Imigrasi


DEMOCRAZY.ID - Keberangkatan WNA asal Cina dari Bandara Soekarno-Hatta menyedot perhatian netizen. 


Pasalnya, para WNA tersebut menggunakan APD dan rekamannya tersebar di media sosial.


Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Muhammad Tito Andrianto, mengonfirmasi bahwa benar rombongan WNA tersebut merupakan warga negara Cina yang akan pulang ke negaranya pada Minggu, 5 Juni 2022 lalu. 


Ada sekitar 191 WNA yang kembalo ke Cina menggunakan pesawat Xiamen Airlines dengan nomor penerbangan MF8008 rute Jakarta-Fuzhou.


“Adapun rombongan WNA ini datang dan tinggal di Indonesia dengan menggunakan Izin tinggal yang sah, ada yang menggunakan Visa Kunjungan dan ada yang menggunakan VITAS," Jelas Tito pada Senin (6/6/2022).


Terkait dengan pakaian yang digunakan, maka hal tersebut merupakan bagaian dari regulasi negara RRC dimana tingkat penyebaran kasus Covid-19 di negara tersebut masih cukup tinggi sehingga warga yang pulang dari luar negeri harus mematuhi protokol kesehatan semaksimal mungkin.


“Saat ini kasus Covid-19 di RRC masih cukup tinggi, sehingga sudah menjadi kebiasaan ketika warga China pulang ke negaranya maka mereka cenderung menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, hal ini bukanlah hal yang baru, dari awal pandemi terjadi warga China sudah melakukan hal yang sama,” tambah Tito.


Selain menggunakan izin masuk yang sah, Kanim Soetta juga memastikan bahwa proses pemeriksaan kepulangan ratusan WNA tersebut telah sesuai dengan SOP pemeriksaan yang ada. 


Semua WNA telah melewati pemeriksaan di Konter Pemeriksaan Imigrasi.


“Menjaga pintu gerbang negara Indonesia merupakan amanah yang selalu kami pegang dalam menjalankan tugas di tempat pemeriksaan imigrasi," tegas Tito. [Democrazy/oke]