Breaking

logo

22 Juni 2022

Tragedi 'Danau Pembunuh' Nyos: 1.700 Orang dan 3.500 Hewan Tewas Misterius dalam Semalam

Tragedi 'Danau Pembunuh' Nyos: 1.700 Orang dan 3.500 Hewan Tewas Misterius dalam Semalam

Tragedi 'Danau Pembunuh' Nyos: 1.700 Orang dan 3.500 Hewan Tewas Misterius dalam Semalam

DEMOCRAZY.ID - Lebih dari 1.700 orang dan 3.500 hewan ternak di sekitar Danau Nyos di Kamerun kehilangan nyawa mereka dalam satu malam dalam sebuah insiden misterius tiga dekade lalu. 


Peristiwa mengerikan ini menjadikan Danau Nyos memiliki reputasi sebagai danau paling mematikan di dunia.


Pada 21 Agustus 1986 permukaan Danau Nyos yang biasanya biru cerah berubah menjadi merah dan mengeluarkan gemuruh suara gemuruh disertai dengan kabut putih yang kemudian menyebar ke daerah-daerah sekitar.


Keesokan paginya, pada 22 Agustus, suasana di sekitar danau yang biasanya ramai dengan kicauan burung dan hiruk pikuk manusia, hening tanpa suara. 


Ephraim Che, seorang petani di Upper Nyos mendekati tepian danau dan menemukan ribuan warga desa sekitar sudah meninggal dunia, tidak hanya itu hewan ternak pun bergelimpangan di tanah tidak bernyawa.


Seorang penduduk di SuBum, sekira 10 km timur Danau Nyos terbangun dengan sensai terbakar di tenggorokannya dan melihat putrinya di kamar lain telah tewas. 


Syok akan kejadian ini, pria itu mengendarai sepeda motor ke kota Wum, 54 km dari SuBum untuk mengecek kondisi kerabatanya di sana. 


Sepanjang jalan dia melihat mayat-mayat orang dan hewan bergelimpangan, ratusan jumlahnya sementara bangunan sekitar tampak kosong.


Pria itu tiba di Wum dan menemukan kota itu tidak terdampak dan belum mengetahui apa yang terjadi di area Danau Nyos. 


Namun, saat dia ingin menceritakan insiden mengerikan itu, pria tersebut menyadari bahwa dia kehilangan kemampuan untuk berbicara.


Banyak spekulasi mengenai apa yang menyebabkan kematian ribuan orang dan hewan ternak di sekitar Nyos, termasuk teori konspirasi terkait uji coba bom neutron oleh Amerika Serikat dan Israel.


Danau Nyos adalah sebuah Maar, danau yang terbentuk dari aktivitas vulkanik, yang merupakan kawah hasil letusan gunung berapi yang dahsyat. 


Banyak mitos di sekitar danau sedalam 208 meter ini, dengan masyarakat meyakini bahwa Nyos adalah tempat tinggal nenek moyang yang sudah meninggal dan roh-roh kuno, yang dihubungkan dengan kematian.


Sejak lama banyak kisah-kisah mitologi menyebutkan bahwa hewan seperti kodok, burung, dan lainnya yang mendekati tepian Danau Nyos mendadak mati. 


Penduduk etnis Bafmen yang paling awal menghuni wilayah itu sangat berhati-hati untuk tidak bermukim dekat dengan danau, namun belakangan pemukim lain yang berdatangan mulai mengacuhkan mitos tersebut.


Nyatanya mitos dan sains saling berkaitan dalam tragedi Danau Nyos.


Setelah kematian 1.746 orang pada 21 Agustus 1986 itu, peneliti yang menyelidiki kejadian itu mengetahui bahwa Danau Nyos mengeluarkan awan yang mengandung karbon dioksida (CO2). 


Karena gas ini lebih berat dan pekat dari pada udara, CO2 dengan cepat menggantikan oksigen di daerah sekitar Danau Nyos dalam dosis yang mematikan.


Awan yang bercampur dengan udara itu membunuh langsung atau menyebabkan orang-orang kehilangan kesadaran melalui pernafasan.


Dilansir dari howstuffworks, ketika konsentrasi CO2 adalah 15 persen atau kurang, orang kehilangan kesadaran dan kemudian bisa sadar kembali. 


Individu yang menghirup lebih dari 15 persen CO2 berhenti bernapas dalam beberapa menit dan meninggal.


Ada dua pendapat mengenai mengapa Danau Nyos mengeluarkan CO2. Ada yang meyakini letusan gunung berapi melepaskan CO2 dan meledakkan danau. 


Yang lain menduga CO2 secara bertahap bocor dan tersimpan di danau. Ketika danau itu meledak gas beracun itu dilepaskan sekaligus dalam dosis yang mematikan.


Untuk mencegah tragedi ini terulang, beberapa upaya telah dilakukan termasuk dengan memasang perangkat untuk memonitor kadar CO2 di Nyos. 


Selain itu pipa telah dipasang untuk mengeluarkan CO2 dari danau secara bertahap dalam kadar kecil, menyebarkannya ke udara secara aman.


Ternyata selain Danau Nyos ada beberapa danau lain yang juga menyimpan CO2 yang berpotensi menjadi bahaya yang serupa atau bahkan lebih parah dari Nyos.


Salah satu yang paling besar adalah Danau Kivu yang terletak antara Rwanda dan Kongo yang dua kali lebih dalam dibandingkan Danau Nyos dan diperkirakan menyimpan 2,8 gigaton CO2.


Kini dengan langkah-langkah yang telah diambil, Danau Nyos telah dianggap relatif aman. 


Kelurga dan masyarakat yang terpengaruh tragedi Agustus 1986 pun telah mulai kembali bermukim di sekitar 'danau pembunuh' itu. [Democrazy]