Breaking

logo

05 Juni 2022

Soal Dituding Radikalisme, Pemimpin Khilafatul Muslimin: Kami Menjunjung Nilai NKRI Bersama Agama Lain!

Soal Dituding Radikalisme, Pemimpin Khilafatul Muslimin: Kami Menjunjung Nilai NKRI Bersama Agama Lain!

Soal Dituding Radikalisme, Pemimpin Khilafatul Muslimin: Kami Menjunjung Nilai NKRI Bersama Agama Lain!

DEMOCRAZTY.ID - Pasca dituding radikalisme hingga terorisme beberapa hari lalu, Kini Pemimpin Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan. 


Dalam keterangannya Abdul Qadir Hasan Baraja mengatakan bahwa tidak mengajarkan Raradikalisme kepada anggotanya. 


Pernyataan itu disampaikan Abdul Qodir di Kompleks Khilafatul Muslimin, Karang Sari, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.


“Kalaupun ada yang menuduh demikian, saya pastikan tidak benar,” lanjut Abdul Qodir. 


Selain itu, Pria yang konon pernah ditangkap Densus 88 Antiteror Polri itu menyebut kelompoknya sangat menjunjung nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta NKRI.


“Pancasila ini sama seperti Piagam Madinah yang menyatukan antara umar muslim dengan beberapa golongan, di sini pun sama, kami menjunjung nilai NKRI bersama agama lain,” tutur Abdul Qodir. 


Bicara soal aksi konvoi motor kelompok Khilafatul Muslimin di Jakarta, dia menyebutnya sebagai bagian dari syiar. 


Diketahui, aksi konvoi yang membawa atribut Kebangkitan Khilafah itu viral di media sosial.


“Itu sengaja agar bisa menghilangkan dari pemikiran yang keliru,” tegasnya. 


Abdul Qodir Hasan Baraja lantas meluruskan maksud khilafah yang dia maksud.  


“Khilafah ini bukan bentuk negara, atau ingin merebut kekuasaan, bahwa ada yang menyebutkan khilafah itu perang, itu semua tidak benar,” ucapnya. 


Dia menerangkan khilafah adalah salah satu cara dalam mempersatukan muslim serta mengajak untuk mencintai Indonesia. 


“Khilafatul Muslimin tidak ada niatan untuk menentang Undang-undang, Pancasila,” kata Abdul Qodir Hasan Baraja. [Democrazy/terkini]