Breaking

logo

12 Juni 2022

Sadar 3 Periode Sulit Diwujudkan, Projo Kini Usulkan Presiden 2,5 Periode: Lebih Masuk Akal

Sadar 3 Periode Sulit Diwujudkan, Projo Kini Usulkan Presiden 2,5 Periode: Lebih Masuk Akal

Sadar 3 Periode Sulit Diwujudkan, Projo Kini Usulkan Presiden 2,5 Periode Saja: Lebih Masuk Akal

DEMOCRAZY.ID - Relawan Pro Jokowi (Projo) bicara perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi 2,5 periode akan lebih masuk akal dibanding 3 periode. 


Hal itu diungkapkan oleh Bendahara Umum Projo, Panel Barus yang menyebut api wacana 3 periode sudah mau padam.


"Kalau diskusi ini minta kita kalkulasi atas situasi yang berkembang menurut saya kemungkinan 3 periode ini kalau saya analogikan sebagai api, apinya udah mau padam, apinya mau mati, bahkan buat masak telur pun ini nggak matang ya, bahkan untuk masak telur pun ini nggak matang, apalagi kemarin masaknya salah, masaknya salah, caranya salah, waktunya salah akhirnya capcaynya tumpah berantakan," kata Bendahara Umum Projo, Panel Barus dalam acara Total Politik di Dualitas Coffee, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (12/6/2022).


"Sebagai sebuah kemungkinan politik menurut saya yang lebih masuk akal bukan 3 periode tapi 2,5 periode," imbuhnya.


Panel mengatakan wacana Jokowi 3 periode bukanlah agenda politik Projo. 


Dia menyebut perpanjangan masa jabatan 2,5 tahun merupakan kemungkinan politik bukan sebuah agenda politik.


"Jadi sebuah kemungkinan 2,5 periode ini lebih masuk akal, kemungkinan politik bukan agenda. Kalau yang agenda poltik negara yang sudah berjalan adalah Pemilu 2024, 14 Februari 2024 dan kita siap dengan segala skenario gitu lho. Jadi kalau ditanya agenda politik Projo jelas Jokowi 3 periode bukan agenda politik Projo," ujarnya.


Dia menyebut kemungkinan perpanjangan masa jabatan 2,5 tahun itu bisa terjadi bergantung pada perkembangan situasi yang ada. 


Menurutnya, agenda politik negara yaitu pelaksanaan Pemilu 2024 harus tetap berjalan.


"Dalam pidato kan ada ya bahwa ketidakpastian global ini juga tidak bisa di ini kan, kalau tiba-tiba ada kondisi luar biasa gitu ya, itu juga bisa jadi faktor yang menentukan nanti," ucapnya.


"Ya kemungkinan politik makanya, agenda politik negara resminya harus tetap jalan, nah yang 2,5 periode itu masih bisa numpang di tengah jalan itu nanti," ujarnya. [Democrazy/detik]