Breaking

logo

07 Juni 2022

Pidato Menhan Prabowo: Begitu Kita Tinggalkan Pancasila, Negara Ini Langsung Bubar!

Pidato Menhan Prabowo: Begitu Kita Tinggalkan Pancasila, Negara Ini Langsung Bubar!

Pidato Menhan Prabowo: Begitu Kita Tinggalkan Pancasila, Negara Ini Langsung Bubar!

DEMOCRAZY.ID - Menhan Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia memiliki dua kecemerlangan. 


Hal itu dia sampaikan saat mengisi ceramah ilmiah dalam wisuda semester gasal tahun tahun akademik 2021/2022 Universitas Pancasila.


Kecemerlangan pertama yang dimiliki Indonesia, menurut Prabowo, adalah pendiri bangsa yang brilian. 


Prabowo mengatakan, founding fathers Indonesia sangat cemerlang karena memilih bahasa suku kecil sebagai bahasa kebangsaan.


"Bahasa Melayu berasal dari Riau, jumlah penduduknya sedikit dibandingkan bahasa Jawa. Bung Karno orang Jawa, tokoh-tokoh dalam BPUPKI banyak orang Jawanya, tapi tidak memilih bahasa Jawa sebagai bahasa kebangsaan. Ini cemerlang," kata Prabowo di Universitas Pancasila, Selasa (7/6).


Prabowo mengatakan, saat ini negara di dunia banyak yang perang saudara karena bahasa. 


Ia pun mencontohkan Belgia yang akan pecah karena perbedaan bahasa.


"Akan pecah karena bahasa. Di India masih ribut soal bahasa. Kita bersyukur hampir 300 juta [penduduk] bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke kita bisa semua satu bahasa. Ini kecemerlangan," ujarnya.


Kecemerlangan yang kedua, lanjut Prabowo, adalah perumusan Pancasila sebagai dasar negara. 


Ia pun meminta mahasiswa untuk tidak menganggap enteng Pancasila.


"Menurut pendapat saya, ahli, dan senior-senior begitu kita tinggalkan Pancasila, saya kira negara ini akan bubar. Itu pendapat saya. Jadi jangan menganggap hal ini sebagai sesuatu yang biasa," tegasnya.


Prabowo pun meminta mahasiswa yang diwisuda berbangga karena universitas mereka mengandung Pancasila dalam namanya. 


Sehingga ia meminta mereka untuk mempertahankan Pancasila dan mengajarkannya ke lingkungan masing-masing.


"Dan harus diyakini dengan Pancasila ratusan suku bangsa, ras, agama, bahasa daerah, adat istiadat kita bisa berhimpun dalam satu negara yang demikian besar, kaya, dan punya harapan ke depan," pungkasnya. [Democrazy/kmp]