Breaking

logo

10 Juni 2022

Duh! Sejumlah TKA Asal China Diduga Bekerja Secara Ilegal di Batam

Duh! Sejumlah TKA Asal China Diduga Bekerja Secara Ilegal di Batam

Duh! Sejumlah TKA Asal China Diduga Bekerja Secara Ilegal di Batam

DEMOCRAZY.ID - Safari Ramadhan selaku Komisi I DPRD Kota Batam memberikan keterangannya mengenai adanya dugaan TKA China ilegal di Batam. 


Safari Ramadhan mengatakan bahwa pihak DPRD Kota Batam telah melakukan inspeksi mendadak ke perusahaan bernama PT Warlbor International Indonesia. 


Ketika mendatangi PT Warlbor International Indonesia, pihak manajemen perusahaan tidak bisa menunjukkan dokumen pendukung mengenai 15 TKA China yang bekerja di perusahaan tersebut.


“Saat kita ke sana menanyakan izinnya, kita menemukan TKA dari Tiongkok di perusahaan tersebut, kita coba data ada berapa yg bekerja di sana, ternyata ada 15 orang,” ujar Safari Ramadhan, Jumat 10 Juni 2022. 


Lebih lanjut lagi, alasan DPRD Kota Batam melakukan inspeksi mendadak adalah karena terdapat sebuah laporan dari masyarakat sekitar.


“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat. Karena sekarang lagi ramai isu TKA yang datanya sebagai pekerja ternyata dia buka judi online. Ada juga yang buka kafe dan sebagainya, itu antisipasi kami,” tutur Safari Ramadhan. 


Diketahui bahwa PT Warlbor International Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dibidang pahpir alias kertas bungkus rokok. 


“Saat kami tanyakan mereka produksi kertas rokok, yang buat bungkus rokok, bukan rokoknya. Ada kabar juga produksi rokok elektrik. Maka dari itu kita lihat langsung ke perusahaannya, apa saja yang dimiliki perusahaan,” kata Safari Ramadhan.


Namun demikian, pihak DPRD Kota Batam memberikan kesempatan kepada PT Warlbor International Indonesia agar menyerahkan dokumen yang sah terkait TKA China yang bekerja di perusahaannya. 


Safari Ramadhan juga berujar bahwa kemungkinan pada hari Senin 13 Juni 2022, PT Warlbor International Indonesia akan memberikan dokumen sah TKA China tersebut. 


“Sampai sekarang berkas belum disampaikan ke kami. Kemungkinan besok sampai hari Senin kami tunggu berkas itu masuk ke Komisi I. Jika sampai saat itu belum diantarkan ke kami, akan kami panggil dan akan kami agendakan RDP,” ucap Safari Ramadhan. [Democrazy/terkini]