POLITIK

Duh! Refly Harun Sebut Nasib Indonesia Ditentukan 9 Orang di Istana, Siapa Mereka?

DEMOCRAZY.ID
Juni 17, 2022
0 Komentar
Beranda
POLITIK
Duh! Refly Harun Sebut Nasib Indonesia Ditentukan 9 Orang di Istana, Siapa Mereka?

Duh! Reshuffle Kabinet Hanya Memperkuat Oligarki, Refly Harun Sebut Nasib Indonesia Ditentukan 9 Orang di Istana, Siapa Mereka?

DEMOCRAZY.ID - Ahli hukum tata negara Refly Harun  kembali bersuara soal reshuffle Kabinet Indonesia maju yang dilakukan pada Rabu (15/6/2022) lalu.


Dengan terang Refly Harun menyatakan reshuffle kabinet hanya memperkuat oligarki di pemerintahan.


Sebab, reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin menyebabkan tujuh pemimpin partai politik bergabung di Istana Negara.


Refly Harun juga mengatakan pada Pilpres 2024 nanti, akhirnya nasib Indonesia ditentukan oleh 9 orang di Istana Negara.


Analisa ini disampaikan oleh Refly Harun melalui kanal YouTube pribadinya pada Kamis (16/6/2022).


"Baik bergabung secara langsung, maupun melalui anak buahnya. Ada juga satu orang presiden senior," ujar Refly Harun, dikutip pada Jumat (17/6/2022).


Ahli hukum tata negara itu lalu mengungkapkan bahwa nantinya pada Pilpres 2024, orang-orang di Istana hanya akan mengusung satu pasangan calon presiden.


Pasangan Capres dan Cawapres itu nantinya akan ditunjuk sebagai wakil oligarki.


Oleh karena itu, Refly Harun mengatakan bahwa nasib Indonesia ditentukan 9 orang di Istana, dan bukan 9 orang ketua umum partai di parlemen.


"Bukan sembilan orang ketum partai di parlemen, tetapi sembilan orang di istana, yang terjadi nanti ialah satu pasangan calon disiapkan sebagai wakil oligarki," papar Refly Harun.


Lebih lanjut, Refly Harun mengatakan bahwa oligarki tetap akan memberikan rasa demokrasi pada Pilpres 2024 nanti.


Adapun caranya adalah dengan membiarkan satu pasangan calon lain untuk berkoalisi dengan partai politik oposisi.


"Namun, calonnya itu barang kalo sudah 'ditaker' bisa dikalahkan dengan mudah. Pasangan calon itu bisa juga jadi calon boneka. Itulah bahayanya presidential threshold. Reshuffle hanya memperkuat oligarki," kata Refly Harun soal reshuffle kabinet kemarin. [Democrazy/poskota]

Penulis blog