Breaking

logo

28 Juni 2022

Duh! PM Inggris Tinju Lengan Jokowi Saat Bertemu di Jerman, Ada Apa Nih?

Duh! PM Inggris Tinju Lengan Jokowi Saat Bertemu di Jerman, Ada Apa Nih?

Duh! PM Inggris Tinju Lengan Jokowi Saat Bertemu di Jerman, Ada Apa Nih?

DEMOCRAZY.ID - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di sela-sela pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 ke-48 di Schloss Elmau, Pegunungan Alpen Bavaria, Jerman, Senin (27/6/2022). 


Saat berdialog, PM Johnson sempat meninju Jokowi tepat di bagian lengan.


Ternyata aksi meninju itu dilakukan Johnson sebagai bentuk keakrabannya dengan Jokowi. 


Selain itu, aksi tersebut juga mewakili perasaannya yang senang ketika bisa bertemu dengan Jokowi.


Awalnya Jokowi dan Johnson berjalan bersama menuju sebuah kursi.


"How are you? (Apa kabar?)," tanya Johnson kepada Jokowi.


"I'm fine. (Saya baik)," jawab Jokowi.


Setelah itu, Johnson menyampaikan kalau dirinya begitu senang bisa bertemu dengan orang nomor satu di RI.


"Very glad to see you. I'm coming to see you. (Senang bertemu denganmu, saya datang untuk menemuimu," ucap Johnson kepada Jokowi.


Ucapan Johnson tersebut dibarengi dengan aksi tinju ke lengan Jokowi beberapa kali. 


Kendati begitu, Johnson tidak meninju lengan Jokowi dengan keras.


Terpisah, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa kedua pemimpin mengapresiasi kuatnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Inggris.


Dalam pertemuan itu, ucap Retno, PM Boris Johnson mengatakan bahwa roadmap untuk kerja sama bilateral sudah ada.


"Dengan sudah adanya roadmap tersebut, maka akan lebih mudah untuk memperkuat hubungan kedua negara," kata Retno dalam keterangan pers.


Hal lain yang disampaikan Jokowi dan PM Johnson adalah keduanya bersepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang energi baru terbarukan (EBT) dan ketahanan pangan.


Turut mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno. [Democrazy/suara]