Breaking

logo

24 Juni 2022

Gus Miftah: Orang Kristen Mau Makan Apa Ya Terserah, Wong Cangkem-cangkeme Dewe!

Gus Miftah: Orang Kristen Mau Makan Apa Ya Terserah, Wong Cangkem-cangkeme Dewe!

Gus Miftah: Orang Kristen Mau Makan Apa Ya Terserah, Wong Cangkem-cangkeme Dewe!

DEMOCRAZY.ID - Pendakwah Gus Miftah bingung banyak orang yang mempermasalahkan pertanyaannya tentang sejak kapan rendang punya agama.


Gus Miftah mengaku banyak orang yang ngamuk-ngamuk karena dia bilang rendang tidak memiliki agama.


Maksud dari pernyataan Gus Miftah itu disebut ada kaitannya dengan surat Al-Baqarah ayat 168.


"Pertanyaanku sederhana, sejak kapan rendang punya agama? Rendang iki agamane opo bro gitu lho," kata Gus Miftah, dikutip dari kanal YouTube JAGAD STUDIO OFFICIAL pada Jumat, 24 Juni 2022.


Kemudian Gus Miftah menegaskan bahwa yang terpenting bagi umat Islam adalah memakan makanan halal dan menjauhkan makanan non halal.


Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta itu tidak akan mempermasalahkan apabila umat dari keyakinan agama lain ingin memakan makanan apa.


"Seandaikan Al-Quran yang membaca ornag Islam ya jadi orang yang wajib makan halal cuma wong Islam," tutur Gus Miftah.


"Wong kristen arep mangan opo yo terserah wong cangkem-cangkeme dewe (Orang kristen mau makan apa ya terserah, orang mulut-mulutnya sendiri)," tambahnya.


Gus Miftah menganggap seharusnya tidak boleh ada yang mempermasalahkan orang yang pemeluk agama lain memakan hewan apapun


Ia menilai tidak ada masalah hewan babi ingin diolah sebagaimana rupanya, terpenting tidak orang dari agama Islam yang membuatnya.


"Kono nduwe babi dimasak opo yo terserah wong kristen, arep dimasak gulai yo karepmu, dimasak babi guling yo karepmu, dimasak rendang yo karepmu," paparnya.


Selain itu, Gus Miftah juga menyoroti kasus pelawak Coki Pardede dan Tretan Muslim yang pernah mendapat ancaman pembunuhan.


Keduanya pernah mendapat ancaman pembunuhan setelah memasak daging babi dicampur buah kurma.


Coki Pardede dan Tretan Muslim dianggap oleh sejumlah kelompok telah melakukan penistaan agama dengan mencampurkan kurma dengan daging babi.


"Aku batin, sejak kapan benda mati punya agama? Apa babi itu harus orang kristen, kurma itu harus Islam?," ujar Gus Miftah.


"Orang Timur Tengah yang makan kurma bukan cuma ornag Islam, ornag katholik juga makan kurma soalnya budayana Timur Tengah," ucapnya menambahkan. [Democrazy/DW]