Breaking

logo

16 Mei 2022

Yakin TNI Bisa Tumpas KKB Papua, Jenderal Andika: Tak Perlu Tambah Pasukan!

Yakin TNI Bisa Tumpas KKB Papua, Jenderal Andika: Tak Perlu Tambah Pasukan!

Yakin TNI Bisa Tumpas KKB Papua, Jenderal Andika: Tak Perlu Tambah Pasukan!

DEMOCRAZY.ID - Tak perlu penambahan pasukan dalam menyelesaikan pemberontakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Dengan kekuatan TNI yang ada, diyakini mampu menumpas KKB di Bumi Cenderawasih.


Hal itu dikatakan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa saat ditemui di Markas Korem/142 Tatag Mamuju, Kamis (12/5/2022) siang.


Ia menjelaskan saat ini pasukan yang ada di lapangan sudah cukup untuk menangani konflik di Tanah Papua.


"Saat ini tak ada pasukan tambahan yang diterjunkan, karena kami yakin yang ada di lapangan sudah bisa menangani persoalan tersebut," terang Jenderal TNI Andika Perkasa.


Menurutnya, pasukan teritorial saat ini cukup dalam menangani teror yang dilakukan KKB tersebut, sehingga tak perlu ada tambahan pasukan.


Justru upaya ditempuh saat ini, langkah jangka panjang dalam meredam kelompok bersenjata itu. 


Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi hambatan dalam penangananya.


"Kami terus berupaya menangani kasus tersebut, dengan cara-cara kami yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan," ungkap dia.


"Walaupun dari kelompok bersenjata tidak menunjukkkan nilai kemanusiaan, tapi kita tidak boleh terpancing," lanjutnya.


Dikatakan langkah yang saat ini ditempuh ialah terus menangani kasus itu secara hukum dan prosedural.


Tentunya tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan atau hak asasi manusia yang dijunjung tinggi.


Jenderal Andika berharap pihak KKB tersebut kembali kepada kadaulatan Negara Republik Indonesia.


KKB merupakan sebuah kelompok yang kerap menebar teror baik kepada warga sipil maupun TNI serta Polri di wilayah Papua.


Tujuan KKB Papua adalah melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Sebelum lahir dengan sebutan KKB, kelompok ini dulunya dikenal dengan nama Organisasi Papua Merdeka (OPM).


OPM didirikan pada 1965 untuk mengakhiri pemerintahan Provinsi Papua dan Papua Barat, yang sebelumnya disebut Irian Jaya.


Mereka berniat untuk melepaskan diri dari Indonesia. Menurut catatan, KKB kerap beraksi di wilayah pegunungan di Papua.


Beberapa kabupaten yang sampai saat ini dianggap rawan dari aksi mereka seperti Puncak, Yahukimo, Nduga dan Intan Jaya.


Sementara itu, ada lima kelompok yang sudah dipetakan dengan para pemimpinnya, yakni Lekagak Telenggen, Egianus Kogoya, Jhony Botak, Demianus Magai Yogi dan Sabinus Waker. [Democrazy/tribun]