-->

Breaking

logo

12 Mei 2022

Wow! Erick Thohir Klaim BUMN Untung hingga Rp90 Triliun Kurun 2 Tahun Terakhir

Wow! Erick Thohir Klaim BUMN Untung hingga Rp90 Triliun Kurun 2 Tahun Terakhir

Wow! Erick Thohir Klaim BUMN Untung hingga Rp90 Triliun Kurun 2 Tahun Terakhir

DEMOCRAZY.ID - Menteri BUMN Erick Thohir menyebut sejak dua tahun bertransformasi secara konsolidasi, BUMN berhasil meraup keuntungan Rp90 triliun dari laba sebelumnya Rp13 triliun.


"Keuntungan sebesar itu tentu dikembalikan lagi ketika kamu negara untuk mendukung program-program pemerintah," kata Erick Thohir saat halalbihalal bersama Santri di Pondok Pesantren Mathlal'ul Anwar Menes, Kabupaten Pandeglang, Rabu, 11 Mei 2022.


Keuntungan BUMN-BUMN itu didasari bekerja dengan sehat dan berkarakter juga mengutamakan akhlak.


Sebab, kekayaan tanpa akhlak akan menimbulkan kerakusan juga sebaliknya kepintaran tanpa akhlak akan menimbulkan kesombongan.


"Dengan bekerja keras dan sehat, berakhlak maka terbukti BUMN dapat meraup keuntungan hingga mencapai Rp90 triliun," katanya.


BUMN juga menyeimbangkan situasi pasar di tengah pandemi COVID-19 harga masker mencapai Rp100 ribu dan dilakukan operasi pasar dengan jaringan 1.300 perusahaan kimia sehingga dapat menurunkan hingga Rp5.000.


Selain itu juga BUMN melakukan intervensi market dengan menggelar operasi pasar ( OP) minyak goreng, dimana masyarakat gonjang-ganjing harga minyak goreng.


Namun, kini harga minyak goreng dijual dengan harga paket murah untuk masyarakat.


Hal itu sejalan dengan amanah orang tua kami bahwa ekonomi diibaratkan kopi yang memerlukan air panas dan gula harus diaduk-aduk biar merata.


Ekonomi adalah pemerataan dan tidak mungkin menetes ke satu pihak maupun ke satu kelompok lain.


Karena itu, peran penting BUMN harus mengintervensi pengimbang pasar untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Dengan demikian, Menteri BUMN kerapkali mendatangi tempat pendidikan dan pondok pesantren umat islam.


"Seharusnya Menteri BUMN berada di tengah umat dan mendorong akhlak itu, karena pesantren dan pendidikan Islam sudah memiliki pondasi," katanya. [Democrazy/fin]