Breaking

logo

25 Mei 2022

Waduh! Ada Desakan Sutiyoso Segera Diproses Hukum Gegara Beri Warning Jangan Sampai Indonesia Dikuasai China

Waduh! Ada Desakan Sutiyoso Segera Diproses Hukum Gegara Beri Warning Jangan Sampai Indonesia Dikuasai China

Waduh! Ada Desakan Sutiyoso Segera Diproses Hukum Gegara Beri Warning Jangan Sampai Indonesia Dikuasai China

DEMOCRAZY.ID - Waketum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi menyoroti pernyataan eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Sutiyoso yang merasa miris dengan banyaknya pekerja kasar asal China yang bekerja di Indonesia.


Sutiyoso memberikan warning agar jangan sampai Indonesia dikuasai China. 


Warning muncul karena banyaknya pekerja asal negeri itu di proyek-proyek besar, seperti pembangunan smelter.


Teddy Gusnaidi mempertanyakan alasan dari pernyataan Sutiyoso yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta ini. 


Tak hanya itu, ia juga ajukan desakan agar Sutiyoso diproses hukum.


“Pak Sutiyoso, yang mau anda permasalahkan itu apa? Tenaga Kerja Asing atau Etnis China? Ini dua hal yang berbeda, Sebelum ini menjadi bola liar, segera proses hukum Sutiyoso!” kata Teddy dalam keterangannya, Selasa (24/5/2022).


Wakil Ketua Umum Partai Garuda ini menyarankan Sutiyoso untuk melaporkan ke aparat terkait apabila memang yang bersangkutan menemukan bukti terjadinya pelanggaran.


"Jika anda mau permasalahkan Tenaga Kerja Asing (TKA), maka anda laporkan jika memiliki bukti pelanggaran terkait Tenaga Kerja asing di Indonesia. Karena Tenaga kerja asing dibolehkan di dalam UU," terang Teddy.


"Ternyata anda mempermasalahkan Etnis China. Apakah anda juga mempermasalahkan etnis Arab dan etnis-etnis lainnya yang tumbuh dan berkembang di Indonesia? atau anda hanya mempermasalahkan etnis China saja? Ternyata hanya etnis China, Ada apa dengan Etnis China?" sambungnya.


Teddy berharap, Sutiyoso tidak melemparkan bola panas terkait etnis China. Sebab, hal tersebut dikhawatirkannya akan berdampak timbulnya isu SARA di Indonesia.


"Apakah etnis China memanfaatkan keetnisan mereka untuk memprovokasi dan merusak negara ini? Tidak kan? lalu apa urgensi anda melemparkan isu SARA di negara ini? Apakah ada sesuatu yang membahayakan yang sudah terjadi dari dulu bahkan sebelum Indonesia lahir?" tegasnya.


Teddy mengingatkan Sutiyoso, Indonesia lahir dari percampuran berbagai etnis, bahkan kebudayaan Indonesia lahir dari percampuran berbagai etnis, bukan hanya China. 


Begitupun dengan rupa dan dialek yang beragam, itu tidak terlepas dari percampuran.


"Karena tidak ada sesuatu yang bisa anda buktikan, artinya dugaan kuat anda melempar isu etnis karena ketidaksukaan. Tentu hal ini tidak dapat dibenarkan, selain diduga memprovokasi juga diduga melakukan pelanggaran terhadap UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis," demikian Teddy.


Untuk diketahui, Sutiyoso merasa miris dengan banyaknya pekerja kasar asal China yang bekerja di Indonesia. 


Dia menegaskan tidak masalah jika investor itu menanamkan modal sembari membawa tenaga ahli.


Namun, jika yang dibawa malah pekerja tanpa skill yang berjumlah ribuan maka hal itu harus dicurigai. 


Sutiyoso merujuk kepada banyaknya pekerja asal China yang membanjiri lokasi pabrik smelter di berbagai lokasi di Indonesia.


"Jadi kita harus waspada sekali lagi karena kalau kita diem-diem itu saya jamin orang itu tidak akan pernah pulang ke negeranya. Kalau saya jadi presiden Tiongkok ngurus orang 1,4 miliar itu mau bagaimana, ngasih makannya, ngasih papannya, ngasih sandangnya, belum sekolahnya, belum rumah sakitnya tidak akan mampu. Maka yang paling mudah adalah ekspor orang," kata Sutiyoso dalam acara Silaturrahim Tokoh & Ulama DKI Jakarta yang disiarkan JIC TV pada Rabu (18/5/2022). [Democrazy/poskota]