Breaking

logo

24 Mei 2022

Sutiyoso Khawatir WNA China Jadi Mayoritas, Refly Harun: Rumornya TKA Itu Tentara Terlatih Dari Suku Han

Sutiyoso Khawatir WNA China Jadi Mayoritas, Refly Harun: Rumornya TKA Itu Tentara Terlatih Dari Suku Han

Sutiyoso Khawatir WNA China Jadi Mayoritas, Refly Harun: Rumornya TKA Itu Tentara Terlatih Dari Suku Han

DEMOCRAZY.ID - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun ikut buka suara soal kekhawatiran eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso soal warga negara asing (WNA) terutama dari China akan menjadi mayoritas di Indonesia.


Refly Harun menjelaskan hal yang disampaikan Sutiyoso bukan isu SARA, melainkan soal kekhawatiran mengenai WNA China yang ada di Indonesia.


Menurut Refly, warga negara Indonesia (WNI) merupakan orang yang lahir di Indonesia dan WNA yang menjadi WNI dengan proses naturalisasi.


Hal itu disampaikannya melalui sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun pada Sabtu, 21 Mei 2022.


"Ini bukan pendekatan SARA karena yang dimaksud dengan China di sini adalah Warga Negara Asing. Jadi, kalau warga negara asing itu tentunya dia bukan warga negara sini ya," kata Refly Harun.


Dia mengatakan selama mengikuti proses sesuai prosedur dari WNA menjadi WNI, maka tidak akan menjadi masalah.


Akan menjadi berbeda bila para WNA China tersebut tidak sesuai prosedur yang diam-diam tiba-tiba menguasai.


"Jadi, bisa jadi WNA jadi WNI asal tentu saja dengan prosedur yang benar bukan dengan prosedur yang mengedap-endap atau diam-diam tiba-tiba menguasai," ujarnya.


Lebih lanjut, advokat itu mengungkapkan mengenai rumor yang beredar mengenai tenaga kerja asing (TKA) dari China.


Sebagaimana yang disampaikan oleh Jenderal (Purn) Yayat Sudrajat, Refly menambahkan, para TKA China yang datang ke Indonesia merupakan tentara terlatih dari Suku Han.


"Jenderal Yayat Sudrajat itu mengatakan mereka yang datang ke sini itu adalah dari Suku Han yang tidak lain sudah terlatih, tambah gawat kita," ungkapnya.


Menurutnya, apa yang disampaikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dapat menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi pemerintah terhadap para WNA China yang ada di Indonesia.


"Jadi sebelum nasi jadi bubur kita harus waspada tentang hal seperti ini," ucapnya.


Sebelumnya, Sutiyoso mengungkapkan kekhawatiran bahwa WNA dari TKA China akan tidak akan kembali ke negaranya dan justru menetap di Indonesia.


Hal itu disampaikan Sutiyoso dalam acara 'Silaturahmi Tokoh & Ulama DKI Jakarta' yang tayang di YouTube JIC TV pada 18 Mei 2022.


“Jadi kita harus waspada, saya jamin orang itu gak akan pulang ke negaranya,” tegas Sutiyoso pada Senin, 22 Mei 2022.


“Kok kita gak sadar-sadar gitu, bukan apa-apa saya ini orang intelejen, bisa membaca. Pegawai-pegawai itu yang di Kalimantan, Sulawesi sampai Papua gak akan kembali ke sana (China),” lanjutnya.


Sutiyoso lantas menegaskan bahwa para pekerja China itu punya alasan untuk tidak kembali ke negara asalnya.


Hal itu lantaran kejamnya aturan yang ada di negara asal mereka. Salah satunya adalah aturan larangan memiliki anak maksimal satu orang. [Democrazy/tangsel]