Breaking

logo

19 Mei 2022

Sssttt... Utang China di RI Nambah Rp 17 Triliun Sebulan

Sssttt... Utang China di RI Nambah Rp 17 Triliun Sebulan

Sssttt... Utang China di RI Nambah Rp 17 Triliun Sebulan

DEMOCRAZY.ID - Utang Luar Negeri (ULN) baik pemerintah ataupun swasta menurun di Maret tahun ini. Namun, utang dari China mengalami lonjakan.


Berdasarkan Bank Indonesia, Utang Luar Negeri per akhir Maret tercatat US$ 411,5 miliar, turun 1,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dibandingkan bulan sebelumnya, utang luar negeri turun 1,31%.


Utang pemerintah tercatat US$ 196,25 miliar, turun 3,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. 


Utang swasta per akhir Maret tercatat US$ 206, 36 miliar atau turun 1,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 


Dibandingkan bulan sebelumnya, utang swasta turun 0,27%.


Kendati turun, utang dari sejumlah kreditor terutama China melonjak. Utang dari kreditor China per Maret tercatat US$ 22,01 miliar.  


Sebagai catatan, utang dari kreditor China per Maret 2021 yang tercatat US$ 21,30 miliar sementara per Februari 2022 sebesar US$ 20,82 miliar.


Secara nominal, utang dari kreditor China meningkat 3,3% secara tahunan (year on year/YoY) dan melesat 3,8% dibandingkan bulan Februari 2022 (month to month/MtM).


Secara nominal, utang dari kreditor China bertambah US$  10,8 triliun dibandingkan per Maret 2021. 


Dibandingkan Februari 2022, utang dari kreditor China bertambah US$ 1,19 miliar atau meningkat Rp 16,9 triliun dalam sebulan.


Lonjakan utang juga datang dari kreditor Hong Kong. Pada Maret tahun ini, utang dari kreditor Hong Kong tercatat US$ 16,85 miliar. 


Jumlah tersebut melonjak dibandingkan Maret 2021 (US$ 14,25 miliar) tetapi turun dibandingkan Februari 2022 (US$ 16,97 miliar).


Kenaikan utang dari kreditor China dan Hong Kong berbanding terbalik dengan sejumlah negara seperti Singapura, Jepang, serta Amerika Serikat.


Per Maret tahun ini, utang dari kreditor swasta dari Singapura tercatat US$ 60,94 miliar, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu (US$ 68,21 miliar) ataupun bulan Februari (US$ 62,15 miliar).


Utang dari kreditor Jepang tercatat US$ 25,76 miliar, turun jauh dibandingkan Maret 2021 (US$ 27,19 miliar) ataupun Februari 2022 (US$ 26,76 miliar).


Utang dari kreditor Amerika Serikat tercatat US$ 31, 83 miliar per Maret 2022. Jumlah tersebut turun dibandingkan Maret 2021 ( US$ 31,42 miliar) ataupun Februari 2022 (US$ 31,85 miliar).


Sebagian besar utang dari China diserap swasta. Utang swasta dari kreditor China melonjak baik YoY maupun MtM. 


Per Maret 2022, utang dari kreditor China mencapai US$ 20,43 miliar atau Rp 290,11 triliun.


Pada Maret 2021, utang swasta dari kreditor China tercatat US$ 19,58 miliar sementara di Februari 2022 tercatat US$ 19,22 miliar. 


Dengan demikian, utang swasta dari kreditor China naik 4,33% YoY dan merangkak 6,3% MtM.


Secara nominal, utang swasta dari kreditor China bertambah US$ 1,2 miliar atau Rp 17,2 triliun dalam sebulan.


Utang dari kreditor Hong Kong tercatat US$ 16,58 miliar di Maret tahun ini.


Jumlah tersebut melonjak 18% dibandingkan per Maret 2021 (US$ 14,04) tetapi turun 0,8% dibandingkan Februari 2022 (US$ 16,71 miliar).


Utang swasta dari kreditor Singapura tercatat US$ 60,35 miliar di Maret tahun ini. 


Jumlah tersebut turun drastis dibandingkan Maret 2021 (US$ 67,64 miliar) ataupun Februari 2022 (US$61,57 miliar).


Utang swasta dari Jepang turun menjadi US$ 15,87 miliar, naik dibandingkan Maret 2021 (US$ 15,79 miliar) tetapi turun tipis dibandingkan Februari lalu (US$ 15,94 miliar).


Utang dari Korea Selatan tercatat US$ 5,35 miliar, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu (US$ 5,18 miliar) atau bulan sebelumnya (US$ 5,16 miliar).


Sementara itu, utang swasta dari Amerika Serikat meningkat menjadi US$ 31,19 miliar per Maret tahun ini. Jumlah tersebut meningkat 1,4% YoY tetapi turun 0,13% MtM.


Dilihat dari sektornya, utang swasta yang merangkak cukup signifikan secara YoY adalah sektor pengolahan, informasi, dan komunikasi, dan konstruksi.


Utang swasta yang dipinjam dari lembaga keuangan maupun non-lembaga keuangan turun secara YoY ataupun MtM termasuk perbankan.  


Utang swasta dari lembaga keuangan menjadi US$ 41,28 miliar per Maret tahun ini dibandingkan US$ 43,50 miliar pada periode yang sama tahun lalu.


Utang swasta dari lembaga keuangan perbankan menjadi US$ 32,93 miliar per Maret 2022 dari US$ 34,04 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Utang swasta dari perusahaan bukan lembaga keuangan tercatat US$ 165,08 miliar per Maret 2022 dari US$ 166,71 pada periode yang sama tahun lalu. [Democrazy/cnbc]