Breaking

logo

20 Mei 2022

Selain Ayahnya, Wirda Mansur Juga Dituding Melakukan Penipuan: Dia Kabur, HP Saya Disita!

Selain Ayahnya, Wirda Mansur Juga Dituding Melakukan Penipuan: Dia Kabur, HP Saya Disita!

Selain Ayahnya, Wirda Mansur Juga Dituding Melakukan Penipuan: Dia Kabur, HP Saya Disita!

DEMOCRAZY.ID - Anak dari Yusuf Mansur, yaitu Wirda Mansur dituding melakukan penipuan, hal tersebut disampaikan oleh salah satu warga bernama Fredi, dirinya mengaku mengikuti investasi Wirda Mansur, namun merasa tertipu. 


Fredi menceritakan bahwa dirinya sempat melakukan itikad baik berupa tabayun dengan mendatangi langsung kediaman Wirda Mansur, namun Fredi mengaku bahwa dirinya justru malah mendapatkan intimidasi dari Yusuf Mansur, yaitu ayah dari Wirda Mansur. 


Sebagaimana diwartakan bahwa Yusuf Mansur, saat ini sedang berhadapan dengan beberapa jama’ahnya yang protes dan menuduh dirinya melakukan penipuan atas investasi bodong, kini anak dari Yusuf Mansur itu juga dituding melakukan penipuan.


Fredi menceritakan bahwa dirinya sampai berulang kali mendatangi kediaman Yusuf Mansur untuk bertemu Wirda Mansur, bertujuan untuk melakukan tabayun terkait dugaan penipuan investasi oleh Wirda Mansur. 


“Karena enggak dikasih alamat kantor ya saya cari alamat rumahnya, Saya datang ke rumah Wirda Mansur, cuma kan Wirda Mansur serumah sama si Yusuf Mansur, gitu. Saya juga gak tahu sebenarnya masalah Yusuf Mansur,” ujar Fredi menceritakan.


Pernyataan itu disampaikan Fredi dalam video wawancara bersama Aji dalam channel youtube Cahaya Islam, dengan judul ‘Fredi Masih Tidak Terima dengan Perlakuan Yusuf Mansur Terhadap Dirinya’, sebagaimana dilansir pada Jum’at, 20 Mei 2022. 


Diwartakan bahwa Fredi ini merupakan warga yang mengaku jadi korban penipuan I Coin Wirda Mansur, sebuah program investasi crypto. 


Dirinya merasa tertipu, ketika hendak mempertanyakan, ia mengaku diintimidasi oleh Yusuf Mansur saat Fredi mengunjungi rumahnya langsung. 


“Tanggal 30 saya dari Banyuwangi, ke Bandung, ke Jakarta, saya melanjutkan langsung ke rumahnya Wirda Mansur, untuk mempertanyakan aset saya yang invest,” ujar Fredi menceritakan.


“Kemudian di tanggal 2, malam takbiran, saya besoknya itu langsung samperin ke rumahnya, karena tidak mendapatkan alamat kantor, dan menemui pak Sastro, dia sekuriti yang menghendel,” ujar Fredi menceritakan. 


“Saya disuruh pulang, nanti saja jadwal kerja, yaitu tanggal 6. Tanggal 6 saya ke sana lagi, tetap dapat jawaban yang sama. Saya tanya ke sekuriti yang berbeda pak Hasan Basri, dia bilang gak ada, Wirda Mansurnya ke Bandung,” ujar Fredi melanjutkan ceritanya. 


“Selang beberapa jam ada tamu yang kemudian datang itu, keluarlah Wirda Mansur, itu saya videokan sebenarnya saya videokan dia kabur (menghindar),” ujar Fredi melanjutkan. 


Kemudian Fredi menceritakan bahwa akhirnya dirinya diterima di kediaman Wirda Mansur, namun bukan berhadapan dengan Wirda Mansur, justru Fredi mengaku malah berhadapan dengan Yusuf Mansur. 


Berdasarkan keterangan Fredi, Yusuf Mansur sempat beritikad baik dengan menyampaikan akan mengganti kerugian yang Fredi alami, namun kemudian Fredi merasa diintimidasi saat Yusuf Mansur tahu bahwa Fredi kerap mengambil video saat berada di kediaman Yusuf Mansur. 


Fredi mengaku bahwa HP miliknya disita atau diambil untuk kemudian dihapus video yang Fredi rekam sebelumnya, sebab itu Fredi merasa terintimidasi, bahkan dirinya mengaku mendapatkan ancaman serangan fisik. 


“(Video Wirda Mansur kabur) dihapus sama Yusuf Mansur,” ujar Fredi melanjutkan ceritanya. 


“Singkatnya setelah ashar Yusuf Mansur menggandeng saya ke satu ruangan menanyakan kepentingan saya, saya bicarakan pelanggaran, dan saya minta tanggung jawab ganti rugi, dia menjanjikan akan mengganti kerugian karena dia sebagai bapaknya,” ujar Fredi menceritakan. 


“Sebelum itu saya memang memvideokan kegiatan Yusuf Mansur di depan rumahnya, ada banyak polisi lah,” ujar Fredi melanjutkan. 


“Setelah itu di luar Yusuf Mansur mempermasalahkan video saya, saya dintimidasi, diancam, main fisik. Main fisik di sini artinya ya memprovokasi saya, dia bilang ‘ini kalau lutut bisa kena muka’, kemudian HP saya disita, dipaksa tanda tangan, disuruh segera proses saja,” ujar Fredi melanjutkan ceritanya. [Democrazy/terkini]