-->

Breaking

logo

11 Mei 2022

Ruslan Buton Minta Presiden Jokowi Berkaca Dari Soeharto: Sebaiknya Mundur!

Ruslan Buton Minta Presiden Jokowi Berkaca Dari Soeharto: Sebaiknya Mundur!

Ruslan Buton Minta Presiden Jokowi Berkaca Dari Soeharto: Sebaiknya Mundur!

DEMOCRAZY.ID - Mantan perwira TNI, Ruslan Buton menyampaikan pesan menohok pada Presiden Joko Widodo (Jokowi), terkait kondisi bangsa saat ini. 


Seperti apa komentar tajam eks prajurit tersebut? Simak ulasannya berikut ini.


Melalui kanal YouTube Refly Harun, Ruslan Buton mengaku sudah menuliskan surat untuk negeri ini, isinya soal keprihatinan terhadap Indonesia yang ia tujukan secara khusus pada Presiden Jokowi.


Menurut, Ruslan Buton, Jokowi seharusnya bisa meniru gaya kepemimpinan Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto, yang legowo memilih mundur dari jabatannya untuk menghindari pertumpahan darah sesama anak bangsa.


“Pak Harto itu menghindari pertumpahan darah anak bangsa. Dalam kondisi tekanan, menghindari pertumpahan darah, beliau (Soeharto) mengumumkan kemunduran diri,” katanya dikutip pada Rabu, 11 Mei 2022


Namun, kata dia, Jokowi tidak melakukan hal sama. Ruslan berharap, Jokowi sebaiknya mengundurkan diri jika sudah tidak mampu mengurus Indonesia.


“Nah di eranya Pak Jokowi, kita tidak melihat seperti itu. Jadi intinya surat itu berisi keprihatinan dan menyarankan agar Jokowi mengundurkan diri, kalau sudah tidak mampu. Nah sebaiknya mundur, itu langkah terbaik dan terhormat,” imbuhnya.


Dia berani mengatakan hal tersebut karena menurutnya itu merupakan kebebasan berpendapat.


“Saya anggap (Jokowi) sudah tidak mampu. Kan dilindungi oleh Undang-Undang kebebasan berpendapat itu,” tuturnya.


Seperti diketahui, jabatan periode kedua Jokowi masih sekitar dua tahun lagi hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.


Namun, beberapa waktu ke belakang, sempat muncul isu penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) sehingga muncul peluang Jokowi menjabat hingga 2027 atau mungkin tiga periode.


Isu penundaan pemilu mulanya digaungkan oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin).


Zulhas mengatakan ada beberapa alasan mengapa Pemilu 2024 perlu diundur.


Pertama, Jokowi dinilai masih yang terbaik berdasarkan hasil survei.


Kedua, situasi pandemi Covid-19 yang belum juga usai dan memerlukan perhatian khusus.


Berikutnya, kondisi perekonomian yang belum stabil. Hal ini membuat pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat masih perlu melakukan pemulihan untuk kembali bangkit. [Democrazy/hops]