Breaking

logo

21 Mei 2022

Politisi PDIP Ungkap Keraguannya Soal Tiket Formula E: Saya Kurang Yakin Orang Asing Beli

Politisi PDIP Ungkap Keraguannya Soal Tiket Formula E: Saya Kurang Yakin Orang Asing Beli

Politisi PDIP Ungkap Keraguannya Soal Tiket Formula E: Saya Kurang Yakin Orang Asing Beli


DEMOCRAZY.ID - Politisi PDIP, Gilbert Simanjuntak mengungkapkan keraguannya atas penjualan tiket Formula E. 


Gilbert Simanjuntak menyampaikan bahwa nanti dilihat pada kenyataan apakah klaim soal tiket Formula E banyak dibeli Warga Negara Asing (WNA) benar adanya atau hanya kibulan semata. 


Politisi PDIP tersebut tidak yakin atas klaim itu sehingga menantikan waktu pagelaran Formula E untuk membuktikan semua klaim itu.


“Saya kurang jelas soal data ini (data pembeli tiket Formula E). Kemungkinan mereka ada di sini, atau hanya klaim sepihak dari Jakpro, kita tidak tahu, nanti kita lihat realitanya. Saya kurang yakin orang asing beli,” ujar Gilbert Simanjuntak, Sabtu 21 Mei 2022. 


Selain itu, dia menyoroti harga jual tiket yang dinilai terlalu tinggi sehingga jangkauan daya beli masyarakat tidak sampai.


“Soal harga ticket, memang mahal. Tidak sesuai taksiran willingness atau ability to pay (WTP/ATP),” tuturnya. 


Pihak Jakpro sendiri sebelumnya menyebut banyaknya pihak asing yang membeli tiket diharapkan dapat membawa devisa masuk ke Indonesia. 


Menanggapi hal itu, Gilbert meminta Jakpro lebih dahulu memikirkan balik modal dari gelaran balapan mobil listrik ini. 


“Soal devisa, mereka klaim terlalu jauh. Sebaiknya klaim uang APBD dikembalikan, balik modal dahulu,” imbuhnya.


Sebelumnya, JakPro menyebut pembeli tiket Formula E didominasi warga negara asing. 


JakPro optimistis hal ini mampu mendatangkan devisa bagi negara. 


Hal ini disampaikan Direktur JakPro Gunung Kartiko saat konferensi pers di Ancol Beach City, Jakarta Utara, Kamis (19/5).


“Dari sini kita bisa melihat bahwa yang membeli tiket itu ternyata tidak hanya dari masyarakat Indonesia, tetapi lebih dari 50 persen warga negara asing, sehingga diharapkan itu membawa devisa masuk ke Indonesia,” kata Gunung. 


Berdasarkan data yang dipaparkan Gunung, 21,2 persen tiket Formula dibeli warga Indonesia. 


Tiket yang dijual memiliki beragam kelas dari festival hingga VVIP. [Democrazy/terkini]