Breaking

logo

28 Mei 2022

Luhut Kaget Banyak Perusahaan Sawit Berkantor di Luar Negeri, Warganet Kompak Ragu: Kok Baru Tahu?

Luhut Kaget Banyak Perusahaan Sawit Berkantor di Luar Negeri, Warganet Kompak Ragu: Kok Baru Tahu?

Luhut Kaget Banyak Perusahaan Sawit Berkantor di Luar Negeri, Warganet Kompak Ragu: Kok Baru Tahu?

DEMOCRAZY.ID - Luhut Pandjaitan yang belum lama ini mendapat tugas baru lagi dari Presiden Jokowi perihal minyak goreng, langsung bergerak cepat.


Tak ingin masalah minyak goreng berlarut-larut, Luhut Pandjaitan memberikan laporan pertama kepada Jokowi.


Laporan Luhut Pandjaitan rupanya membuat dia kaget, dia memberikan informasi kepada Jokowi mengenai keberadaan kantor perusahaan kelapa sawit.


Jokowi menerima laporan Luhut Pandjaitan bahwa banyak perusahaan kelapa sawit yang tidak memiliki kantor di Indonesia.


Hal tersebut yang ternyata membuat Menko Marinves ini kaget, perusahaan kelapa sawit banyak berkantor di luar negeri.


Reaksi Luhut ini pun menuai reaksi banyak pihak, mengingat sosoknya yang juga menjadi pengusaha besar saat ini.


Anthony Budiawan, seorang pengamat ekonomi dan politik ini termasuk yang mempertanyakan reaksi dari Luhut tersebut.


"Terdengar sangat patriotik. Namun publik kaget, kok baru tahu ada perusahaan sawit berkantor pusat di luar negeri?" tulis Anthony Budiawan, seperti dikutip dalam akun Twitter miliknya, Sabtu, 28 Mei 2022.


Anthony Budiawan pun menyindiri reaksi Luhut benar kaget atau hanya berpura-pura saja karena mendapat tugas dari Jokowi.


Begitu juga dengan netizen yang ramai mengomentari reaksi tersebut, tak sedikit yang tidak mempercayainya.


"Pejabat kagetan, menurun sifat kagetnya dari presiden kagetan," ucap DeKa.


"Baru tau? heran, ya ndak tau, jangan tanya saya, drakornya mirip," sahut akun DharWid.


"Kami rakyat juga kaget pak, kok kamu baru tahu," ungkap aziz.s.


"Ternyata kagetan itu menular ya," sahut akun aghast.cotto.


Belum lama ini Jokowi menunjuk Luhut Pandjaitan untuk mengurus ketersediaan dan distribusi minyak goreng di Indonesia.


Tugas ini merupakan yang kesekian kali diberikan Jokowi kepada Luhut setelah beberapa tugas lainnya. [Democrazy/hops]