HEALTH

Gawat! Rusia Sebut AS Punya Lab Biologis Berbahaya di Jakarta, Namanya NAMRU-2

DEMOCRAZY.ID
Maret 12, 2024
0 Komentar
Beranda
HEALTH
Gawat! Rusia Sebut AS Punya Lab Biologis Berbahaya di Jakarta, Namanya NAMRU-2

Gawat! Rusia Sebut AS Punya Lab Biologis Berbahaya di Jakarta, Namanya NAMRU-2

DEMOCRAZY.ID - Media milik Pemerintah Rusia, Sputnik menurunkan artikel yang menyebut Amerika Serikat (AS) memiliki labaratorium biologis di Indonesia. 


Laboratorium itu disebutkan berada di Jakarta. Tepatnya Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. 


Lokasinya berada di sebuah rumah. Laboratorium tersebut dinamakan NAMRU-2.


Sputnik menyebut ini adalah sebuah fasilitas bioresearch yang menyimpan patogen dan virus berbahaya.


"Unit Penelitian Medis Angkatan Laut AS (NAMRU) berakar di Guam di bawah yayasan Rockefeller. Itu didirikan pada tahun 1955. Sedangkan detasemen NAMRU-2 di Jakarta telah dibuka pada tahun 1970 untuk mempelajari penyakit menular yang berpotensi signifikansi militer di Asia," tulis spunik seperti dikutip FIN pada Senin (30/5/2022).


Investigasi Sputnik dikuatkan oleh keterangan Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari. 


Dalam wawancara dengan Spunik, Siti Fadilah mengatakan laboratorium tersebut sangat tertutup. Sehingga sulit tidak ada yang tahu penelitian di dalam lab itu.


"Saya hanya tahu lab mereka sangat tertutup. Dan para penelitinya adalah Marinir Amerika, yang semuanya memiliki kekebalan diplomatik. Kami tidak pernah tahu apa yang mereka bawa dalam tas diplomatik mereka. Ada juga beberapa peneliti dari Indonesia yang membantu mereka," ujar Siti Fadilah saat diwawancarai Sputnik.


Siti Fadilah Supari menyebut laboratorium NAMRU-2 di Jakarta yang telah berdiri selama 40 tahun tersebut, tidak pernah menghasilkan penelitian yang berarti. 


“Meskipun mereka fokus pada malaria dan tuberkulosis, hasilnya selama 40 tahun di Indonesia tidak signifikan,” lanjut Siti Fadilah dalam wawancara tersebut.


Dia mengatakan sebenarnya perjanjian antara Amerika Serikat dan Indonesia soal pendirian laboratorium NAMRU-2 tersebut telah dinyatakan berakhir pada tahun 1980. 


Siti Fadillah menyinggung soal sedikitnya jumlah tenaga kesehatan yang terlibat dalam laboratorium NAMRU-2. 


“Tetapi kemungkinan memperoleh spesimen dari pasien menular untuk tujuan penelitian dan mengangkutnya ke luar negeri oleh staf Amerika dengan status diplomatik, mungkin, adalah bendera merah terbesar bagi menteri,” urainya. 


Ketika Siti Fadillah masih menjabat sebagai Menkes, dirinya menentang operasi laboratorium NAMRU-2 di Indonesia. 


Pihak Amerika Serikat diketahui mengunjungi Siti Fadillah pada tahun 2008 untuk menjelaskan tentang permasalahan NAMRU-2 di Indonesia. 


Siti Fadillah menambahkan diduga laboratorium NAMRU-2 masih beroperasi di Indonesia hingga saat ini. 


“Saya kira benar. Kegiatan penelitian masih ada. Saya tidak bisa membuktikannya. Tetapi dari apa yang saya baca dan dengar, kegiatan penelitian masih berlangsung dalam berbagai bentuk kerjasama dengan lembaga penelitian dan universitas di Indonesia. Saya pikir pemerintah harus menyadari hal ini,” tukasnya.


Laporan ini diungkapkan saat Moskow menemukan laboratorium serupa milik Washington dalam serangannya ke Ukraina. 


Rusia mengklaim AS sedang menciptakan senjata biologis baru yang dapat mengancam dunia.


Terkait laporan Sputnik ini, pemerintah AS melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta enggan memberi komentar lebih jauh. 


Dalam sebuah rilis lain, pihak AS terus mewanti-wanti warga dunia bahwa Rusia seringkali memanipulasi informasi bahwa AS terlibat dalam pengembangan laboratorium virus.


"Penyebaran Kremlin atas tuduhan yang tidak berdasar dan dibantah bahwa Amerika Serikat dan Ukraina melakukan kegiatan senjata kimia dan biologi di Ukraina adalah bagian dari taktik disinformasi Rusia yang mapan. 


Kremlin memiliki rekam jejak yang panjang dalam menuduh orang lain atas pelanggaran yang mereka lakukan," demikian rilis Departemen Luar Negeri AS.


Departemen Luar Negeri AS diduga pernah menuliskan sebuah memo kepada mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Cameron Hume.


Memo tersebut isinya untuk mempertahankan eksistensi NAMRU-2 di Indonesia. 


“Harapan terbaik untuk mempertahankan NAMRU-2 di Indonesia adalah untuk meyakinkan pembuat kebijakan utama tentang kegunaannya yang berkelanjutan bagi kedua negara,” tulis Departemen Luar Negeri AS kepada Mantan Dubes AS untuk RI, Cameron Hume. [Democrazy/fin]

Penulis blog