Breaking

logo

01 Mei 2022

Fakta dan Sosok Joko Suranto 'Crazy Rich' Grobogan Bangun Jalan Rp2,8 M di Era Jokowi, Sumber Uang

Fakta dan Sosok Joko Suranto 'Crazy Rich' Grobogan Bangun Jalan Rp2,8 M di Era Jokowi, Sumber Uang

Fakta dan Sosok Joko Suranto 'Crazy Rich' Grobogan Bangun Jalan Rp2,8 M di Era Jokowi, Sumber Uang

DEMOCRAZY.ID - Viral di media sosial, Joko Suranto, pengusaha asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah memperbaiki sendiri jalan yang puluhan tahun rusak dan diabaikan pemerintah setempat.


Perbaikan dilakukan dengan cara mengecor badan jalan hingga mulus.


Joko Suranto sekaligus crazy rich asal Grobogan pun rela menggelontorkan dana miliaran rupiah dari kantong pribadinya agar warga tak lagi menderita akibat jalan berlubang dan bergelombang.


Kebaikan hati Joko Suranto seolah menjadi tamparan bagi pemerintah setempat yang punya tanggung jawab memperbaiki jalan kabupaten itu.


Apa yang dilakuakn Joko Suranto di era pemerintahan Presiden Jokowi pun kini menuai pujian.


Lalu, siapa sebenarnya Joko Suranto?


1. Profil


Joko Suranto merupakan pengusaha properti asal Grobogan, namun dia menjalankan bisnis di Jakarta, ibu kota negara.


Kini, Joko Suranto dikenal sebagai salah satu crazy rich asal Grobogan. Dia menjadi menjadi pengusaha sukses yang berangkat dari nol.


Dulunya dia merupakan penjual koran yang memilih merantau demi merubah nasib. Lalu, bekerja di bank, namun tak bertahan lama.


Dia kemudian banting setir membangun bisnis sendiri.


Sukses di Jakarta, namun alumnus Fakultas Hukum, Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo, Jawa Tengah itu tak melupakan kampung halamannya.


Keluarganya menetap di Karangrayung, Grobogan sehingga dia mudik ke wilayah itu.


2. Lokasi Jalan 


Jalan yang diperbaiki Joko Suranto berada di Kecamatan Karangrayung.


Jalanan tersebut menghubungkan 3 desa di Karangayung, yakni Desa Welahan, Desa Jetis, dan Desa Ngampu.Panjang jalan yang dibeton 1,8 Km.


Dia pun harus menggelontorkan duit senilai Rp 2,8 miliar agar jalan di desanya mulus dan bisa dinikmati warga.


3. Akui Punya Harta Rp2,5 Triliun


Teka teki jumlah kekayaan yang dimilik crazy rich asal Grobongan, Joko Suranto akhirnya terkuak. 


Dia menyebut jika hartanya setara dengan APBD Kabupaten Grobongan yakni senilai Rp2,5 triliun. 


"APBD Purwodadi (Grobongan) berapa? kira-kira segitulah," ucap Joko saat ditanya wartawann, Minggu 1 Mei 2022. 


Diketahui, nama Joko beken lantaran menyumbangkan hartanya senilai Rp2,8 miliar untuk pembangunan jalan di kampung halamannya di Desa Jetis. 


Meski begitu, dia menilai sumbangannya sebanyak Rp 2,8 Miliar untuk pembangunan jalan di kampung halamannya di Desa Jetis itu tetap bernilai besar. 


Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Barat itu tak mau meremehkan uang senilai miliaran rupiah itu.   


Bapak tiga anak itu mengaku sebenarnya setiap tahun selalu menyumbang material untuk pembangunan jalan, selain rutin memberikan sarung atau baju untuk warga setempat.   


Material itu berupa batu dan pasir yang kemudian dipergunakan warga untuk memperbaiki jalan. 


Harapannya, tentu saat warga rantau mudik menggunakan mobil tidak rusak karena buruknya kondisi jalan.   


“Selain (memberi) baju atau pun sarung, ya berupa batu dan pasir, untuk talud. Untuk menambal sulam. Untuk sekedar bisa, orang pulang tidak harus nggasruk terjebak di jalan. Pokoknya agar orang pulang kampung itu senang lah,” ujar Joko yang kini menetap di Jawa Barat itu.   


Joko yang merupakan anak keempat dari lima bersaudara itu menerangkan, perjuangan perantau untuk pulang ke kampung halaman tidaklah mudah. Sebab, dia sendiri merasakannya.   


Namun, saat pulang ke kampung halaman justru jalan dekat rumahnya bergelombang saking parahnya kerusakan, tentu ada rasa prihatin tersendiri.   


“Perjuangan orang rantau untuk pulang itu berat. Saya tahu rasanya. Maka, saat orang pulang, kemudian dekat rumahnya kok mobilnya ‘nyanggrok’ itu kan pasti mengumpat. Makanya pejabat hati-hati kalau ada orang mengumpat,” katanya sambil berseloroh.   


Terkait kabar dirinya sebelumnya selalu mudik dengan helikopter dan baru kali ini menggunakan mobil, dia membantahnya. 


Menurutnya, penggunaan helikopter untuk pulang kondisional saja. Dia tidak selalu pulang dengan helikopter.  


 “Kondisional saja, tidak selalu pakai helikopter,” tutupnya.


4. Trending di Twitter


Kedermawanan Joko Suranto pun menjadi perbincangan warganet hingga trending di media sosial Twitter. Banyak yang memuji dia.


Berikut ini sebagian kicauan yang dikutip.


Pemilik akun @ApaansiRen menulis kicauan, "Ini salah satu bentuk tamparan keras bagi pemerintah ketika ada warga sipil bangun jalan sendiri. Gue gatau siapa yang akan sakit hati, tapi semoga nurani kalian yang terpilih dari jalannya seorang lansia ke tps untuk memilihmu waktu itu tidak sekeras aspal jalanan grobogan."


Pemilik akun @fridalestari_ menulis kicauan, "I can confirm jalanan grobogan is bad af and whoever this crazy rich is, hats off sir."


Pemilik akun @GyulaliJaeruk menulis kicauan, "Sebagai warga grobogan kalian kalo mau ngerasain pijatan alami motoran gih dari gubug sampe kota. Atau dari kota ke wirosari aja deh minimal. Dijamin punggung kalian jadi mantap. Mantap encoknya."


Pemilik akun @changbbeen menulis kicauan, "Sebagai warga kabupaten grobogan, merasakan banget jalan berlubang sampe jalan miring di mana-mana itu aja yang bolong seringnya ditembel doang, trus sebulan dua bulan bolong lagi malah kadang jadi lebih gede bolongnya."


Pemilik akun @DionoSapae menulis kicauan, "Grobogan masih Jateng kan ya?. Jangan sampai nanti ada narasi : Kalau saya jadi presiden akan lebih mudah bikin jalan!"


Pemilik akun @pratama1984 menulis kicauan, "Semoga amal pak Joko (Suranto) diterima dan diberikan balasan yg berlipat ganda oleh Yang Maha Esa...Aamiin Catatan: jalannya bisa dilalui masyarakat umum secara gratis kan ya Pak..."


Pemilik akun @aLy_Bima menulis kicauan, "Pemda auto senang ga keluarin biaya. Seorang Crazy Rich Kabupaten Grobogan, Jateng, Joko Suranto, rela menggelontorkan dana pribadi sampai Rp2,8 miliar untuk memperbaiki jalan yang rusak sepanjang 1,8 km." [Democrazy/tribun]