-->

Breaking

logo

08 Mei 2022

Dinilai Cocok Jadi Wapres, Firli Bahuri: Saya Cuma Anak Kampung Yang Rindu Indonesia Bebas Korupsi

Dinilai Cocok Jadi Wapres, Firli Bahuri: Saya Cuma Anak Kampung Yang Rindu Indonesia Bebas Korupsi

Dinilai Cocok Jadi Wapres, Firli Bahuri: Saya Cuma Anak Kampung Yang Rindu Indonesia Bebas Korupsi

DEMOCRAZY.ID - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri tak ingin berkomentar lebih jauh soal dirinya yang dianggap pas menjadi Wakil Presiden RI 2024-2029 mendatang.


Firli mengatakan, dirinya mengucapkan terima kasih jika pendapat tersebut merupakan bentuk dukungan dalam pemberantasan korupsi.


Sebab, Firli menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa dilakoni oleh satu lembaga apalagi seorang diri. Kerja ini, tegas Firli diperlukan peran semua anak bangsa tanpa melihat asal usulnya.


“Saya hanya kerja kerja. Saya hanya anak kampung dari keluarga miskin yang merindukan Indonesia bebas dan bersih dari korupsi,” kata Firli saat dihubungi, Minggu (8/5).


Sebelumnya, komunikolog politik nasional Tamil Selvan menganggap Firli merupakan sosok yang memiliki komitmen tinggi terhadap pemberantasan korupsi.


Meskipun kata Tamil, presentase popularitas Firli dalam setiap survei kecil, namun menurut dia, survei tersebut hanya mengukur kepopuleran seorang tokoh bukan kualitasnya.


“Saya paham betul intrik-intrik pejabat publik, dan saya lihat Firli ini lurus dalam menjalankan amanah sebagai Ketua KPK. Maka saya katakan jika dia jadi Wapres, akan sangat baik. Semoga Parpol kita bisa melihat hal yang sama,” kata Tamil.


Pernyataan Tamil ini bagian dari respons terhadap langkah KPK yang menyelenggarakan pendidikan politik cerdas berintegritas bagi partai politik yang terdaftar oleh KPU.


Menurut Tamil, apa yang dilakukan oleh Firli itu  cerdas, sebab dengan mengumpulkan partai politik KPK bisa mengikat komitmen mereka untuk bersama-sama berperang melawan korupsi.


“Saya paham tujuan Mas Firli ini, maka saya katakan beliau itu cerdas. Dia paham bahwa partai politik adalah hulu dan hilir politik itu sendiri. Jadi saya kira program itu akan lebih mengikat komitmen dari hati ke hati terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia," ungkap pria yang akrab disapa Kang Tamil ini.


Jauh sebelumnya, dalam acara kick off pendidikan politik cerdas dan berintegritas 12 April 2022 yang lalu Firli menegaskan bahwa partai politik merupakan pohon kekuasaan.


Sebab, partai politik melahirkan wakil-wakil rakyat hingga pimpinan nasional dari mulai tingkat desa, bupati, walikota hingga gubernur. 


Karena partai politik, ditegaskan Firli merupakan saluran bagi rakyat untuk menyampaikan pendapat, keinginan dan aspirasi politiknya melalui partai-partai poltik.


“Artinya, partai politik sungguh menentukan suara rakyat,” kata Firli menekankan.


Dan yang tidak kalah penting ialah partai politik melahirkan ataupun membuat regulasi, produk hukum hingga menyusun undang-undang. 


Sehingga menurut Firli, hal-hal itulah yang membuat KPK memandang perlu melibatkan partai politik dalam rangka upaya orkestrasi pemberantasan korupsi.


Disamping itu, Firli mengungkapkan, KPK disisi lain ingin menjaga integritas dari setiap partai-partai politik yang ada di Indonesia. 


Melalui pendidikan ini, KPK kata Firli, sekaligus ingin mengajak partai politik ikut menyempurnakan regulasi terkait dengan tata cara penentuan calon, mencalonkan dan pengusungan saat pemilu.


“Partai politik harus kita jaga, transparansi, akuntabilitas dan integritasnya,” demikian Firli menekankan


Pendidikan politik cerdas dan berintegritas ini nantinya akan menyasar 20 partai politik. 


Ketua KPK Firli bahuri mengatakan, program ini akan dibagi menjadi 21 batch. 


Dimana batch pertama KPK bakal mengundang Ketua Umum, Sekjen dan Bendahara Umum masing-masing partai politik. [Democrazy/rmol]