Breaking

logo

10 Mei 2022

Ade Armando Kritisi Yahya Waloni Sebagai Mualaf Yang Kerap Serang Kristen: Beragama Tapi Tak Berakal!

Ade Armando Kritisi Yahya Waloni Sebagai Mualaf Yang Kerap Serang Kristen: Beragama Tapi Tak Berakal!

Ade Armando Kritisi Yahya Waloni Sebagai Mualaf Yang Kerap Serang Kristen: Beragama Tapi Tak Berakal!

DEMOCRAZY.ID - Pegiat media sosial Ade Armando mengkritisi Yahya Waloni yang merupakan seorang mualaf yang mantap memeluk Islam kemudian menjadi seorang Ustaz.


Ade Armando menyebut jika Yahya Waloni adalah seorang penceramah kontroversial yang kerap menyerang Kristen sebagai agamanya terdahulu.


Hal ini diungkap Ade Armando dalam sebuah tayangan YouTube, ia pun menyebut jika Yahya Waloni adalah salah satu contoh orang yang beragama namun tak berakal.


Sebut Yahya Waloni Ustadz Kontroverisal


Dalam video tersebut, Dosen Universitas Indonesia ini menyebut jika Yahya Waloni adalah orang yang beragama namun tak berakal. 


Ia pun berujar jika hal tersebut sangat membahayakan.


"Kita sekarang belajar beragama tanpa berakal memang sangat membahayakan, ada banyak contohnya, tapi saya mau mulai dari seseorang bernama Yahya Waloni," ujar Ade dikutip dari kanal YouTube CokroTV pada Selasa, 10 Mei 2022.


Ade pun mengkritisi Yahya Waloni yang terkenal karena kerap mengucapkan kata-kata kontroversial.


"Dia ini terkenal karena kontroversial, dia kontroversial karena dirinya ini seorang mualaf, artinya seseorang yang pindah agama dari Kristen ke Islam," tutur Ade.


Sebut Yahya Waloni Kerap Serang Kristen


Lebih lanjut, ia menyebut jika Yahya yang seorang mualaf ini kerap menyerang agamanya terdahulu yaitu Kristen.


"Tapi kemudian sebagai seorang Islam, dia senang sekali menyerang Kristen, bahkan menjelek-jelekan Kristen," ujarnya.


Ade Armando pun berpendapat jika Yahya Waloni sebenarnya menjual fakta dirinya yang seorang mualaf dan merasa bangga menyebut dirinya sebagai seorang mantan kafir.


"Dia bahkan barangkali sebenarnya jualan utamanya adalah fakta jika dia adalah seorang mualaf, dia dengan bangga menyebut dirinya sebagai mantan kafir," pungkasnya. [Democrazy/hops]