-->

Breaking

logo

05 April 2022

Viral Video Petugas Pungut Sampah Berserakan di Titik Nol IKN

Viral Video Petugas Pungut Sampah Berserakan di Titik Nol IKN

Viral Video Petugas Pungut Sampah Berserakan di Titik Nol IKN

DEMOCRAZY.ID - Viral video yang menunjukkan sejumlah petugas membersihkan sampah yang berserakan di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.


Dari rekaman video viral yang diakses di media sosial Twitter itu terlihat beberapa petugas dengan pakaian merah sedang mengumpulkan sampah ke dalam sebuah karung.


"Untuk kalian para pengunjung ataupun tamu dari pemerintahan, tanggung jawab apa ini kayak gini? Sampah di mana-mana berserakan kalian buang sembarangan," ujar salah seorang petugas berang dalam rekaman video yang viral tersebut.


Petugas tersebut mengaku tidak mengetahui apa-apa dan hanya memunguti sampah yang berserakan. 


Ia juga mempertanyakan sisi kemanusiaan dan kesadaran para pengunjung terhadap lingkungan.


"Mau sampean pejabat negara kah, mau sampean siapa, kalau kelakuan sampean kayak gini mau jadi apa negara kita pak? Hati-hati dalam menjaga lingkungan pak, dampaknya sangat besar. Terima kasih," imbuhnya.


Saat dikonfirmasi, manajemen PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) membenarkan kegiatan bersih-bersih dalam rekaman video tersebut. 


Sebagai informasi, titik nol IKN Nusantara berada di wilayah yang menjadi lahan konsesi PT IHM saat ini.


Humas PT IHM Sektor Terunen Hasanudin membenarkan adanya kegiatan bersih-bersih di video tersebut. 


Ia mengatakan kegiatan bersih-bersih itu dilakukan pihaknya pada Minggu (3/4) lalu. Hasanudin juga mengatakan para petugas berpakaian merah dalam video viral itu merupakan petugas lingkungan dari IHM.


"Ya, itu petugas dari lingkungan kami," ujar Hasanudin saat dihubungi, Selasa (5/4).


Hasanudin yang juga mengaku sebagai Tokoh Masyarakat di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku ini mengaku sampah-sampah mulai berserakan sejak kunjungan pejabat seperti Presiden, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta tamu-tamu lain ke titik nol.


"Setelah selesai kunjungan Presiden, itu sampah itu berserakan di situ. Enggak ada yang bertanggung jawab," jelas Hasanudin.


Ia juga pernah menyaksikan sendiri sampah piring-piring bekas ikan berada di atas meja setelah kunjungan dari Kementerian PUPR.


Oleh karena itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kecamatan Sepaku. 


Mereka menyebut baru saja mengadakan pertemuan mengenai penanganan sampah itu.




Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Adi Kustaman mengatakan rekaman viral itu adalah bentuk kekecewaan spontanitas dari warga di lapangan.

Adi mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi persoalan sampah tersebut. Contohnya, membuat spanduk himbauan dan membagikan tata tertib pengunjung. Sosialisasi pun sudah dilakukan mulai kemarin.

Tertulis dalam tata tertib kunjungan tamu umum pada Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) nomor 9 'Tidak meninggalkan sampah / membawa kembali bekas minuman keluar agar tetap terjaga kebersihan areal kunjungan'.

"Spanduk ini pun sudah terpasang di lokasi, cuman sekali lagi kesadaran para pengunjung itu lebih penting," kata Adi saat dihubungi, Selasa.

Adi pun berharap kunjungan dari kementerian maupun masyarakat umum membawa dampak positif khususnya pada perekonomian atau kesejahteraan. 

Selain itu, ia juga berharap semua pengunjung bisa mematuhi himbauan tersebut supaya bisa tertib dan bebas dari sampah. [Democrazy/cnn]