Breaking

logo

04 April 2022

Tragis! Warga Kampung Ini Ramai-ramai Robohkan Masjid Gegara Tergiur Janji

Tragis! Warga Kampung Ini Ramai-ramai Robohkan Masjid Gegara Tergiur Janji

Tragis! Warga Kampung Ini Ramai-ramai Robohkan Masjid Gegara Tergiur Janji

DEMOCRAZY.ID - Warga Dusun Kowang di Ngargotirto, Sumberlawang, Sragen, kini hanya bisa meratapi keputusannya merobohkan masjid kampung. 


Masjid itu kini telah rata dengan tanah dan mereka tak mampu membangunnya lagi. 


Sedangkan pihak yang pernah menyanggupi biaya pembangunannya lagi, tak jelas keberadaannya.


Pada bulan Februari lalu, warga kampung tersebut sepakat merobohkan masjid tembok yang sebenarnya terhitung masih cukup megah untuk ukuran kampung yang berdiri sejak 1995, bantuan pelaksana proyek Waduk Kedungombo. 


Kampung tersebut berada di pinggir waduk raksasa Kedungombo yang berada di perbatasan tiga kabupaten tersebut.


Agus Pudiyono, yang kini ditunjuk warga sebagai ketua pembangunan kembali masjid tersebut, menceritakan bahwa semula warga hanya ingin merenovasi masjid itu karena memang sudah ada beberapa kerusakan yang harus segera diperbaiki.


"Pada saat kami punya ide tersebut, ada ada orang yang mengaku-aku orang dekat seorang dermawan dari Lampung, menjanjikan pembangunan masjid seutuhnya," ujar Agus kepada detikJateng, Senin (4/4/2022).


Si orang dekatnya itu, meminta agar masjid kampung itu dirobohkan saja dan akan diganti dengan bangunan baru yang sepenuhnya akan ditanggung dana pembangunannya.


"Kepada takmir maupun warga diyakinkan bahwa akan dibangunkan masjid baru di tempat tersebut. Dana yang dijanjikan untuk pembangunan masjid tersebut tak tanggung-tanggung, Rp 1,3 miliar," lanjut Agus.


Keluguan warga menyambut omongan besar ini. Lalu masjid dirobohkan. Total. Rata dengan tanah. 


Warga masih percaya ketika 'si perantara itu' mengatakan bahwa harus segera dibuatkan rencana anggaran biaya (RAB) dan desain masjid yang dikehendaki warga dengan dana Rp 1,3 miliar itu.


Namun setelah itu mulai terbuka semuanya. Saat warga bertanya soal janji dana dari sang dermawan, tak ada jawaban. 


'Si orang dekat' lalu hanya bisa memberikan uang Rp 10 juta.


"Kami benar-benar terpukul. Tak menyangka dana yang dijanjikan itu tidak bisa kami terima padahal masjid sudah terlanjur dirobohkan. Saat warga dalam kondisi serba kebingungan itulah, saya ditunjuk sebagai ketua pembangunan kembali masjid kampung. Saya sendiri juga kebingungan, bagaimana bisa membangun lagi masjid tersebut tanpa ada dana memadai," lanjutnya.


Kadus Kowang, Sunardi, juga mengungkap hal serupa. 


Inisiatif merobohkan masjid memang barasal dari warga setempat karena mendapat janji tak jelas dari orang yang menyanggupi pembangunannya kembali, bahkan lebih megah dan mewah untuk ukuran kampung di pedalaman tersebut.


"Warga sama sekali tak mengira bahwa janji itu tidak bisa menjadi nyata. Saya kira memang warga terlalu mudah mempercayai janji-janji dari orang yang belum jelas kepastiannya. Warga kini sedang fokus untuk bisa kembali membangun masjid tersebut agar punya tempat ibadah lagi, tanpa menghiraukan lagi orang yang pernah menjanjikan bantuan," ujar Sunardi. [Democrazy/jateng]