Breaking

logo

26 April 2022

Tiba-Tiba Singgung Jokowi-Ma’ruf, Mahfud MD: Pemimpin Harus Bisa Menyatukan, Tidak Seperti Sekarang, Mengerikan!

Tiba-Tiba Singgung Jokowi-Ma’ruf, Mahfud MD: Pemimpin Harus Bisa Menyatukan, Tidak Seperti Sekarang, Mengerikan!

Tiba-Tiba Singgung Jokowi-Ma’ruf, Mahfud MD: Pemimpin Harus Bisa Menyatukan, Tidak Seperti Sekarang, Mengerikan!

DEMOCRAZY.ID - Menko Polhukam, Mahfud MD singgung Jokowi-Ma’ruf, dirinya menyebutkan bahwa pemimpin baru 2024 nanti harus bisa menyatukan. 


Selain itu, Mahfud MD juga menyebut kondisi saat ini mengerikan. 


Maka dari itu menurutnya agar Indonesia maju, harus punya pemimpin yang bisa menyatukan  dan menjaga. 


Kritikan Mahfud MD itu diungkapkannya melalui tayangan video, yang belakangan viral dan beredar luas di media sosial. 


Dalam tayangan video itu, Mahfud MD terlihat diwawancarai tiga orang.


Judul acara yang muncul Mahfud Bicara Islamofobia Hingga Trauma Politik. 


Dalam video viral ini terlihat simbol 20D Detikcom dan juga tulisan Total Politik, tapi belum jelas kapan wawancara ini direkam. 


“Yang harus kita pikirkan bangsa ini, pemimpin 2024 itu, sudah pasti pemilu. Pak Jokowi tidak lagi,” ujar Mahfud MD, pada Selasa, 26 April 2022.


"Maka pemimpin yang harus muncul itu pemimpin yang bisa menyatukan, menjaga keseimbangan, dan merekatkan,” kata Mahfud MD menjelaskan. 


“Agar negara ini bisa maju. Tidak kayak sekarang. Saling. Aduh mengerikan kalau saya lihat,” ujar Mahfud MD yang saat ini menjabat sebagai Menko Polhukam ini. 


“Yang kedua. Lapis kedua itu masalah korupsi. Itu juga perlu orang kuat. Korupsi tidak terkendali,” ujar Mahfud MD melanjutkan.


“Mau salahkan dimana. Pengadilan begitu. Parlemen begitu. Birokrasi pemerintahan begitu. Pengusaha begitu. Semua bekerja dengan cara-cara itu,” kata Mahfud lagi. 


Melihat situasi negara saat ini, menurut Mahfud MD perlu suatu terobosan. 


Mahfud MD malah mencontohkan kudeta di negara Amerika Latin. 


“Kayaknya memang perlu satu terobosan. Kalau teori klasik, seperti di Amerika Latin biasanya muncul kudeta. Ini negara mau hancur, saya ambil, dan memang ada teorinya,” katanya. 


“Teori Plato 2.500 tahun lalu mengatakan, kalau demokrasi sudah menjadi anarkis memang harus muncul apa yang disebut strong leader, pokoknya babat saja dulu, daripada negaranya hancur,” ujar Mahfud MD dalam video ini. [Democrazy/terkini]