Breaking

logo

29 April 2022

Tegas! Profesor Amerika Sebut Kekejaman Zionis Israel Mirip Dengan Nazi

Tegas! Profesor Amerika Sebut Kekejaman Zionis Israel Mirip Dengan Nazi

Tegas! Profesor Amerika Sebut Kekejaman Zionis Israel Mirip Dengan Nazi

DEMOCRAZY.ID - Tidak ada keraguan bahwa antisemitisme Nazi, dan segala bentuk rasisme dan kefanatikan berlebihan lainnya, harus diperangi dengan tegas.


Dengan demikian perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kebebasan atas penjajahan Israel ditandai sebagai perjuangan yang sebenarnya dan setara saat Yahudi Eropa melawan Holocaust dan Nazi.


Sebab sejak awal, setelah Deklarasi Balfour 1917, Zionis Irael dianggap sebagai gerakan penjajahan yang dirancang untuk mengambil alih tanah dari penduduk asli untuk mendirikan entitas politik dengan mayoritas orang Yahudi.


Orang-orang di seluruh dunia yang memiliki hati kurani dan akal sehat akan beragumen bahwa melawan Zionis Israel bukanlah gerakan antisemitisme (rasis pada orang Yahudi) tetapi sebagai gerakan melawan penjajah. 


Ini adalah akar dari perlawanan orang Palestina terhadap Zionis Israel.


Pandangan ini berangkat dari perjuangan untuk membebaskan Palestina yang menentang segala bentuk kolonialisme yang didasarkan pada nilai-nilai demokrasi kesetaraan nasional, politik dan hak sipil.


Menurut Joseph Massad, seorang Profesor Amerika keturunan Palestina, Zionis Israel dan antisemitisme Nazi adalah gerakan yang mirip dan tidak dapat dipisahkan, sebagaimana dilansir dari Middle East Eye pada 29 April 2022.


Inilah sebabnya mengapa Zionis Israel sangat dikecam, mirip dengan kejadian Apartheid di Afrika Selatan, Prancis selama perang menjajah Aljazair, Amerika Serikat selama perang di Vietnam serta invasi Rusia atas Ukraina yang masih berlangsung hingga hari ini; dan negara-negara lainnya yang sepanjang sejarah sering berbuat zalim pada negara lain.


Adapun untuk menutupi kebusukannya, Israel menggunakan senjata simpati antisemitisme yang dahulu digalakkan oleh Nazi di semua negara Barat hingga trik ini sukses besar.


Tak hanya itu, sebuah tonggak intelektual yang signifikan adalah pada akhir 1960-an ketika para peneliti Israel mulai mengembangkan konsep "antisemitisme baru".


Sebagian besar institusi Yahudi yang basisnya besar di Amerika Utara dan tentu saja Eropa juga bersimpati dan sangat mempromosikan konsep tersebut.


Alasan kuatnya dukungan kamu Yahudi di luar Israel bermacam-macam, tetapi biasanya tidak berhubungan dengan sejarah atau keadilan politik guna menjunjung sesama ras Yahudinya. [Democrazy/hops]