-->

Breaking

logo

05 April 2022

Pengamat: Jokowi Nggak Berdaya Mengontrol Luhut, Wajar Kena Sleding Amien Rais!

Pengamat: Jokowi Nggak Berdaya Mengontrol Luhut, Wajar Kena Sleding Amien Rais!

Pengamat: Jokowi Nggak Berdaya Mengontrol Luhut, Wajar Kena Sleding Amien Rais!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat Politik Citra Institute, Efriza menilai kritik keras yang dilontarkan pendiri partai Ummat Amien Rais untuk Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Panjaitan adalah hal wajar. 


Dia menilai Amien Rais sampai melontarkan kritik tendensius itu lantaran Jokowi sudah tidak berdaya mengontrol Luhut. 


"Kalau melihat saat ini, untuk Luhut dan Jokowi, yang menjadi kemarahan baik itu Amien Rais atau masyarakat adalah ketidaktegasan presiden dalam mengontrol jajaran di bawahnya, salah satunya Luhut," katanya pada Selasa (05/04/2022).


Nama Luhut setidaknya sudah dua kali terseret dalam isu perpanjangan masa jabatan Presiden. 


Pertama Luhut disebut - sebut meminta sejumlah ketua umum partai politik untuk menggulirkan isu penundaan Pemilu 2024. 


Saat itu ada tiga ketum Parpol yang bergerak memainkan isu ini, ketiga yakni Muhaimin Iskandar dari PKB, Zulkifli Hasan dari PAN dan Airlangga Hartarto dari Golkar.


Kekinian isu perpanjangan masa jabatan Presiden kembali digaungkan Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Luhut disebut - sebut sebagai salah satu petinggi organisasi ini. 


Dengan munculnya nama Luhut dalam isu ini, kata  Efriza seharusnya Jokowi menegurnya, tetapi pada kenyataanya, Luhut tidak disanksi apa - apa. 


Padahal sikap Luhut kata dia sudah bertentangan dengan sikap Presiden yang sudah berulang - ulang menyampaikan taat konstitusi. 


Dia ogah memperpanjang masa jabatannya selama satu periode lagi.


“Mengapa seorang Luhut bisa berbicara, bergerak, tanpa ada sanksi atau kemarahan dari seorang presiden? Misalnya mengatakan nanti pertalite, LPG akan naik, ini kebangetan banget," tuturnya.


Menurut Efriza, kelakuan Luhut hingga saat ini sudah bukan seperti Menteri yang semestinya. 


Ia menekankan, menteri itu bekerja berdasarkan jabatan yang diberikan kepadanya.


"Ini beda dengan harmoko yang patuh dengan presiden dan pernyataannya penuh pertimbangan. Kalau Luhut tidak, dia orang menunjukkan kuat melebihi presiden," tuturnya.


"Kalau yang saya baca dari statement Amien Rais, dia dan elemen masyarakat menginginkan Indonesia tanpa Luhut," pungkas Efriza.


Diketahui, isu tentang perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu tampaknya mulai membuat gerah Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais. 


Dia bahkan tak segan - segan mengatakan Jokowi dan Luhut sedang mengidap sindrom narsistik dan megalomania


Amien berpendapat, narsistik adalah seseorang yang merasa dirinya selalu sempurna. 


Sementara megalomania adalah seseorang yang merasa dirinyalah yang hebat dan selalu membayangkan sebagai sosok besar. 


Ia lantas meminta Jokowi dan Luhut periksa ke Psikolog apakah penderita megalomania atau tidak. [Democrazy/populis]