Breaking

logo

02 April 2022

Kata Pendeta Saifudin Ibrahim: Semua Manusia Perlu Percaya Yesus Kristus Supaya Hidupnya Selamat

Kata Pendeta Saifudin Ibrahim: Semua Manusia Perlu Percaya Yesus Kristus Supaya Hidupnya Selamat

Kata Pendeta Saifudin Ibrahim: Semua Manusia Perlu Percaya Yesus Kristus Supaya Hidupnya Selamat

DEMOCRAZY.ID - Pendeta Saifudin Ibrahim kembali melontarkan pernyataan kontroversial dengan mengatakan bahwa semua umat manusia harus percaya pada Yesus Kristus agar selamat.


Awalnya Pendeta Saifudin Ibrahim menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya tidak ingin masuk Islam, karena Islam mengizinkan poligami sedangkan dalam agama Kristen poligami dilarang. 


“Kalau berdasarkan otak saya, maka saya sebenarnya gak mau masuk Kristen karena dalam Islam boleh poligami, di Kristen gak boleh," ujar Pendeta Saifudin Ibrahim menjelaskan.


“Bahkan poligami lebih banyak lagi nanti di akhirat dengan tujuh puluh dua bidadari,” ungkap Pendeta Saifudin Ibrahim melanjutkan. 


“Tapi ini berdasarkan kepercayaan, berdasarkan iman tidak,” ucap Pendeta Saifudin Ibrahim melanjutkan.


“Semua manusia perlu bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus supaya selamat,” tegas Pendeta Saifudin Ibrahim melanjutkan. 


Pernyataan Pendeta Saifudin Ibrahim ini ia sampaikan lewat sebuah video yang ditayangkan dalam kanal YouTube pribadinya dengan judul “Orang Saleh Tetap Perlu Yesus Kristus. Namanya Kornelius” sebagaimana dilihat pada Sabtu 2 April 2022. 


Dalam video tersebut, Pendeta Saifudin Ibrahim juga mengungkapkan terkait siksaan kubur.


Menurut Pendeta Saifudin Ibrahim, yang menginginkan siksaan kubur adalah nabi Arab bukan Yesus. 


"Apalagi kalau siksaan kuburnya itu, ngeri, padahal Yesus tidak pernah memerintahkan siksaan kubur,” ucap Pendeta Saifudin Ibrahim melanjutkan. 


“Hanya nabi Arab yang memerintahkan siksaan di dalam kubur," ungkap Pendeta Saifudin Ibrahim melanjutkan. 


Di akhir video itu, Pendeta Saifudin Ibrahim kembali menyuruh untuk berdiri bertobat karena kerajaan Allah sudah dekat.  


“Mari berdiri bertobat karena kerajaan Allah sudah dekat,” tegas Saifudin Ibrahim menjelaskan. 


“Dan tiada hari tanpa bersaksi dan tiada hari tanpa menginjil,” ujar Saifudin Ibrahim melanjutkan. [Democrazy/terkini]