-->

Breaking

logo

17 Maret 2022

Minyak Goreng Langka Bukan Salah Pemerintah, Ustadz Das'ad: Tapi Karena Milih Pemimpin Yang Sogok Pakai Uang!

Minyak Goreng Langka Bukan Salah Pemerintah, Ustadz Das'ad: Tapi Karena Milih Pemimpin Yang Sogok Pakai Uang!

Minyak Goreng Langka Bukan Salah Pemerintah, Ustadz Das'ad: Tapi Karena Milih Pemimpin Yang Sogok Pakai Uang!

DEMOCRAZY.ID - Penceramah kondang Ustadz Das'ad ikut mengomentari kelangkaan minyak goreng di Indonesia. 


Kasus ini membuat para ibu-ibu menjerit disamping langka harganya pun melonjak.


Fenomena kelangkaan minyak goreng di pasaran menjadi perhatian khusus. Beredar gambar maupun video soal antrean minyak goreng di beberapa daerah.


Ustadz Das'ad Latif sebagai orang yang aktif berceramah atau berdakwah ternyata juga menyinggung soal minyak goreng yang sulit didapat.


Melalui video ceramah yang diunggah pada akun Instagram pribadinya, Ustadz Das'ad bertanya kepada para jamaah.


"Bu, Bu, lagi susah minyak? Iya?," tanya Ustadz Das'ad kepada jamaah.


Sontak ramai suara para ibu-ibu yang menjawab pertanyaan sang ustadz, mengiyakan bahwa minyak goreng langka.


"Iyaa," jawab jamaah.


Lanjut, Ustadz Das'ad menjelaskan bahwa marak antrean minyak goreng, padahal Indonesia adalah tempat produsen Sawit terbesar.


"Ngantri beli minyak, padahal negara kita produsen sawit, Kenapa?," lanjutnya


Dalam kesempatan tersebut dirinya seolah menyentil para masyarakat yang rela menerima uang untuk memilih seorang pemimpin. 


Jadi ini menurutnya bukan salah pemimpin melanikan diri sendiri yang rela disogok.


"Karena kalian memilih pemimpin yang mau bayar kalian," tegas Ustad Das'ad


Seolah memukul keras pemikiran rakyat yang selalu menyalahkan pemimpin atau pemerintah berserta jajarannya. 


Jadi menurut sang penceramah, kesalahannya bukan di situ.


"Jangan salahkan pemimpin, jangan salahkan bupati, jangan salahkan wali kota mu," ujarnya


Dia mengatakan salahkan dirimu yang suka meminta-minta uang saat pilkada untuk memilih seseorang pemimpin.


"Salahkan dirimu sebagai orang islam yang suka minta-minta uang," tegasnya. [Democrazy/tangsel]