-->

Breaking

logo

01 Maret 2022

Kritik Keras Aturan Suara Adzan, Habib Bahar Smith: Pemerintah Benar atau Goblok?

Kritik Keras Aturan Suara Adzan, Habib Bahar Smith: Pemerintah Benar atau Goblok?

Kritik Keras Aturan Suara Adzan, Habib Bahar Smith: Pemerintah Benar atau Goblok?

DEMOCRAZY.ID - Habib Bahar bin Smith kembali memberikan kritikan keras soal surat edaran Menag yang mengatur volume suara azan. 


Habib Bahar dalam sebuah ceramahnya menyinggung kembali soal pengaturan volume suara toa masjid tersebut, dengan memberikan pertanyaan sindiran kepada jemaahnya.


Dalam video tanyakan YouTube yang diunggah Ngobras Official, pada Jumat, 25 Februari 2022, terlihat Habib Bahar menyakan kepada jemaahnya apakah kebijakan pemerintah tersebut benar atau goblok. 


"Beberapa hari yang lalu, pemerintah mengumumkan bahwasanya volume azan gak boleh kenceng-kenceng. Pemerintah benar apa goblok? Benar apa goblok? Benar apa goblok?," tanya Habib Bahar kepada jemaahnya.


"Goblok!" sahut seluruh jemaah secara serempak setiap kali Bahar bin Smith menanyakan pertanyaan tersebut. 


Bahar kemudian mengatakan bahwa azan merupakan panggilan sholat. Ia juga menjelaskan asal-usul azan kepada jemaahnya. 


Menurut Bahar dalam ceramahnya tersebut, azan dikumandangkan oleh orang yang suaranya kencang agar terdengar oleh banyak orang.


"Jadi maksudnya apa? Agar suaranya kencang. Agar suaranya terdengar oleh orang-orang. Agar terdengar oleh setiap pelosok-pelosok. Agar tedengar di telinga-telinga orang yang gak mau mendengarkan azan," tutur Bahar secara lantang, dikutip dari YouTube Ngobras Official.


Habib Bahar kemudian bertanya kembali kepada jemaahnya, apakah suara azan kencang atau pelan.


"Berari nabi memerintahkan itu tanda bahwasanya adzan kencang atau pelan? keras atau pelan?" tanya Bahar.


Jemaah secara serempak merespon "keras" menjawab pertanyaan Bahar bin Smith.


Bahar menjelaskan kepada jemaahnya bahwa tempat yang tinggi dipilih sebagai tempat adzan agar suaranya jelas terdengar. 


Ia juga menerangkan suara adzan membuat setan lari terbirit-birit.        


"Ketika adzan dikumangkan, setan lari terbirit-birit. Sampai terkentut-kentut itu setan kalau ia dengar suara adzan," jelas Bahar bin Smith. 


Bahar kembali melontarkan pertanyaan sindirian kepada jemaahnya tentang orang yang tidak suka mendengar suara adzan. 


"Berarti kalau yang gak suka suara azan berarti apa?" tanya Bahar.


"Setan!" jawab jemaah dalam video tersebut secara serempak. 


"Kalau yang mau suara adzan kecil berarti apa? Kalau pejabatnya suka pengennya ngecilin suara azan pejabat apa?"  tanya Bahar kembali.


"Setan!" jawab seluruh jemaah setiap kali Habib Bahar menyanakan pertanyaan tersebut. 


Bahar kemudian menerangkan jika tidak suka mendengar suara adzan, agar tidak tinggal di dekat masjid. 


"kalau ente gak suka dengan suara adzan, gak suka dengar suara toa, ya jangan tinggal samping masjid. Tinggal dihutan!" ungkap Habib Bahar di depan jemaahnya. [Democrazy/hops]