-->

Breaking

logo

28 Maret 2022

Ketua JoMan Immanuel Ebenezer Semangati dr Terawan: Sama-sama Dipecat Karena Integritas!

Ketua JoMan Immanuel Ebenezer Semangati dr Terawan: Sama-sama Dipecat Karena Integritas!

Ketua JoMan Immanuel Ebenezer Semangati dr Terawan: Sama-sama Dipecat Karena Integritas!

DEMOCRAZY.ID - Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer memberikan semangat kepada dr Terawan Agus Putranto.


Pria akrab dipanggil Noel itu mengatakan, dr Terawan harus bangga kepada diri sendiri meski dipecat dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia atau IDI.


“Kami dipecat bukan karena hal tercela atau narkoba dan korupsi, jadi Pak Terawan harus bangga,” kata Noel, Senin (28/3/2022).


Noel menduga dr Terawan dipecat karena integritas. Begitu juga dengan dirinya yang dipecat sebagai komisaris di salah satu perusahaan anak BUMN yakni PT Mega Eltra.


Karena itu, tambah aktivis 98 itu, dr Terawan harus bangga kepada diri sendiri.


“Kami dipecat karena integritas dan kami tetap tersenyum, memaafkan orang-orang yang benci kepada diri kami,” tutur Noel.


Untuk diketahui, Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto dipecat secara permanen sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI).


Pemecatan dr Terawan itu tertuang dalam surat tertanggal 8 Februari 2022 Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pusat IDI.


Dalam surat itu, memuat lima ‘dosa’ dr Terawan yang menjadi alasan pemecatannya.


Pertama, Terawan belum menyerahkan bukti telah menjalankan sanksi etik sesuai SK MKEK tanggal 12 Februari 2018 hingga saat ini.


Kedua, Terawan melakukan promosi kepada masyarakat luas tentang Vaksin Nusantara sebelum penelitian vaksin tersebut selesai.


Keberadaan Vaksin Nusantara memang menjadi perdebatan dan polemik karena ketidakjelasannya.


Ketiga, Terawan bertindak sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Klinik Indonesia (PDSRKI).


Pembentukan badan tersebut dibentuk tanpa melalui prosedur sesuai tatalaksana dan organisasi (ORTALA) IDI dan proses pengesahan di Muktamar IDI.


Keempat, Terawan menerbitkan Surat Edaran (SE) pada 11 Desember 2021.


Surat itu berisikan instruksi kepada seluruh ketua cabang dan anggota PDSKRI di seluruh Indonesia agar tidak merespons ataupun menghadiri acara PB IDI.


Kelima, Terawan mengajukan permohonan perpindahan keanggotaan dari IDI Cabang Jakarta Pusat ke IDI Cabang Jakarta Barat.


Salah satu syaratnya adalah mengisi form mutasi keanggotaan yang berisi pernyataan tentang menjalani sanksi organisasi dan/atau terkena sanksi IDI.


Pemecata dr Terawan dari keanggotaan IDI dilakukan berdasarkan keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI. [Democrazy/pojoksatu]