-->

Breaking

logo

11 Maret 2022

Jokowi ke Sri Mulyani: Kita Nahan Terus Harga Minyak, Sampai Berapa Hari?

Jokowi ke Sri Mulyani: Kita Nahan Terus Harga Minyak, Sampai Berapa Hari?

Jokowi ke Sri Mulyani: Kita Nahan Terus Harga Minyak, Sampai Berapa Hari?

DEMOCRAZY.ID - Presiden Jokowi mengungkapkan berbagai peristiwa internasional seperti pandemi COVID-19 dan perang antara Rusia dan Ukraina berdampak langsung di dalam negeri. 


Salah satunya terkait harga minyak mentah.


“Pandemi yang belum rampung, kemudian ada tambahan perang sehingga semuanya menjadi sulit diprediksi, sangat sulit diprediksi. Hal-hal yang dulu tidak kita perkirakan semuanya muncul. Kelangkaan energi, sekarang semua negara mengalami,” ucap Jokowi dalam Dies Natalis ke-46 UNS Solo, Jumat (11/3).


Jokowi menjelaskan, kenaikan harga minyak dunia bahkan mencapai dua kali lipat dibanding tahun 2020. 


Hal tersebut menyebabkan kenaikan harga jual di masyarakat.


“Tambah perang, harga naik. Kita tahu 2020 minyak harganya hanya kira-kira 60 dolar per barel. Hari ini kira-kira 115 (dolar AS per barel). 


Itu pun sebelumnya minggu lalu sudah di angka 130 (dolar AS per barel), dua kali lipat. Semua negara harga jualnya ke masyarakat sudah naik juga,” ujarnya.


Ia juga menuturkan bahwa Kementerian Keuangan masih berupaya menahan kenaikan harga minyak di masyarakat hingga saat ini. 


Jokowi pun sempat berceloteh dan bertanya pada Menkeu Sri Mulyani terkait kemampuan pemerintah untuk melakukan hal tersebut.


“Kita di sini masih nahan-nahan. Bu Menteri (Keuangan Sri Mulyani) saya tanya, gimana Bu? Tahannya sampai berapa hari ini? Kita nahan-nahan terus,” tanya Jokowi yang disambut tawa para hadirin. 


Jokowi mengakui sulitnya Menkeu dalam mengatur keuangan di masa krisis seperti saat ini. 


Ia mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan yang perlu diantisipasi ke depan walaupun Indonesia dinilai berhasil mengelola keuangan dan pandemi COVID-19.


“Betapa tidak gampangnya mengelola APBN, mengelola keuangan di situasi yang sangat extraordinary ini. Dan kita tahu bahwa dunia sekarang ini pada situasi yang tidak mudah, situasi yang tidak gampang. Semua negara merasakan, semua negara bukan hanya negara kita. Sulit. Sangat sulit,” ungkap Jokowi.


“Alhamdulillah kita bisa menjalaninya, mengelola keuangan, mengendalikan COVID-19 dengan baik kalau dibandingkan dengan negara-negara lain. Artinya apa? Masa depan global semakin penuh ketidakpastian,” tandasnya. [Democrazy/kmp]