-->

Breaking

logo

28 Maret 2022

Bantah Anggapan Tak Memihak 'Wong Cilik', Megawati: Politik Itu Soal Perut Rakyat Bisa Kenyang!

Bantah Anggapan Tak Memihak 'Wong Cilik', Megawati: Politik Itu Soal Perut Rakyat Bisa Kenyang!

Bantah Anggapan Tak Memihak 'Wong Cilik', Megawati: Politik Itu Soal Perut Rakyat Bisa Kenyang!

DEMOCRAZY.ID - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Sukarnoputri membantah anggapan banyak pihak yang menyebutnya hanya mengurus ihwal makanan, bukan politik.


Dalam acara 'Demo Memasak Tanpa Minyak Goreng' di Sekolah PDIP Lenteng Agung, Jaksel, Senin 28 Maret 2022, ia menjelaskan bahwa politik itu tak hanya politik.


Hal tersebut dipahaminya dari sang ayah yang merupakan presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.


Dirinya bercerita bahwa saat kecil, bertanya kepada Soekarno tentang maksud dari politik untuk kepentingan rakyat.


"Beliau dengan enteng mengatakan, yang namanya perut harus kenyang. Sangat lucu, kan, ya, saya bertanya politik saya pikir akan mendapatkan sebuah masukan yang berat, nah beliau toh mengatakan enteng, yang paling penting adalah perut harus kenyang," ujar Megawati, seperti dilansir dari YouTube PDI Perjuangan, Senin 28 Maret 2022.


Saat masih kecil, Megawati mengaku tak tahu maksud pernyataan dari sang ayah. 


Namun lama-kelamaan, ia mulai paham maksud perkataan ayah sekaligus sokoguru politiknya itu.


"Waktu itu saya tidak bisa mencernanya dengan baik, tapi setelah makin besar, makin dewasa saya makin mengerti. Karena saya dapat merasakan, kalau saya lapar saja untuk mengerjakan PR sekolah itu rasanya susah sekali," ujar Megawati.


Seperti diketahui belakangan komentar Megawati mengenai ibu-ibu yang antre minyak goreng memicu keriuhan publik.


Di dalamnya Megawati mengusulkan emak-emak untuk mengkukus, jangan hanya menggoreng.


Namun banyak pakar menilai bahwa ucapan itu tak sesuai. Bahkan, banyak yang menilai pernyataan Megawati itu blunder.


Pengamat politik Ujang Komarudin misalnya, ia menilai bahwa pernyataan Megawati bukan solusi bagi masyarakat yang kesusahan mencari kebutuhan pokok.


"Semestinya Ibu Mega berkoordinasi dengan Pak Jokowi dan Mbak Puan, untuk bisa menyelesaikan sengkarut persoalan minyak goreng itu, mestinya dicari persoalan dari hulu ke hilir apa yang menyebabkan langka, dan mahalnya harga minyak goreng itu, sehingga masyarakat menjadi kesulitan," Kata Ujang, Senin 28 Maret 2022. [Democrazy/hops]