-->

Breaking

logo

19 Maret 2022

3 Pernyataan 'Kontroversial' Megawati Selama Jokowi Berkuasa, Jadi Sorotan Publik!

3 Pernyataan 'Kontroversial' Megawati Selama Jokowi Berkuasa, Jadi Sorotan Publik!

3 Pernyataan 'Kontroversial' Megawati Selama Jokowi Berkuasa, Jadi Sorotan Publik!

DEMOCRAZY.ID - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri sedang menjadi topik pembahasan di media sosial, terkait beredarnya potongan video dalam acara webinar.


Dalam potongan video tersebut, Megawati prihatin melihat ibu-ibu berebut untuk membeli minyak goreng. 


Padahal, ada banyak cara memasak lain, yang tanpa menggunakan minyak goreng, seperti direbus atau dikukus.


Sebelum viral tentang minyak goreng, Megawati Soekarnoputri juga acap kali mendapat sorotan terkait pernyataannya. 


Dalam tiga tahun belakangan, ada tiga pernyataan Megawai yang viral dan jadi perdebatan panas di media sosial.


Berikut ini 3 pernyataan Megawai yang jadi sorotan publik, terutama di media sosial:


Pertanyakan Sumbangsih Milenial


Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri melontarkan kritik pedas saat gelombang demonstrasi menolak omnibus law Undang-undang (UU) Cipta Kerja, pada Oktober 2020 lalu. 


Kala itu, Megawati mempertanyakan sumbangsih generasi milenial untuk bangsa.


Kritik itu dilontarkan setelah demonstrasi yang mayoritas diikuti generasi milenial melakukan perusakan terhadap fasilitas publik, disertai aksi vandalisme. 


Megawati meminta pada pendemo untuk berdiskusi dengan DPR ketimbang beraksi di jalanan.


"Anak muda kita, aduh saya bilang ke presiden, jangan dimanja. Saya mau tanya hari ini, apa sumbangsihnya generasi milenial, yang sudah tahu teknologi, bisa virtual tanpa bertatap langsung, apa sumbangsih kalian untuk bangsa dan negara ini?" kata Megawati.


Kritik pedas yang diungkapkan saat peresmian kantor PDI Perjuangan secara daring, 28 Oktober 2020, langsung viral di media sosial. 


Megawati pun turut merespons tentang pernyataannya yang viral. Respons Megawati itu diungkapkan saat acara Rakorbidnas Kebudayaan Gerakan Menanam Pohon Kepala Daerah PDI Perjuangan se-Indonesia, 31 Oktober 2020.


"Saya tahu banyak anak muda berhasil tapi kan menjadi pengusaha, yang saya maksud berapa yang kamu tolong untuk rakyat," kata Megawati.


Megawati pun merasa "tersanjung" ketika pernyataanya kemudian banyak dibahas dalam sejumlah talkshow, terutama yang diikuti generasi milenial.


"Bilang milenial enggak boleh dimanja, wah sampai talkshow, wah aku sampai mikir keren ya gue, keren ya sampai dibawa talkshow-talkshow segala, yang benere opo to yo?" ungkapnya.


Kritik Jakarta Amburadul


Tak berselang lama dari kritik untuk generasi milenial, Megawati Soekarnoputri sempat jadi pembahasan panas lagi. Kala itu, Megawati disorot setelah melontarkan kalimat Jakarta amburadul.


Kalimat itu dilontarkan saat Megawati berbicara sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan dan Pembinaan idelogi Pancasila. 


DKI Jakarta tak masuk dalam posisi tiga besar Kota Mahasiswa Terbaik 2020 bersi Univesitas Negeri Jakarta (UNJ).


Dari hasil riset tim UNJ, posisi pertama ditempati Semarang dengan skor 17. 


Posisi kedua dan ketiga disabet Solo dan Surabaya dengan skor 15. Sementara DKI Jakarta berada di peringkat 6 dengan skor 10.


"Karena saya juga saksi hidup di Jakarta ini. Dulu waktu pindah dari Yogyakarta ke Jakarta pada 1950. Tetapi sekarang Jakarta ini jadi amburadul," kata Megawati dalam acara Dialog Kebangsaan: Pembudayaan Pancasila dan Peneguhan Kebangsaan Indonesia di Era Milenial secara daring, 10 November 2020.


"Karena apa? Seharusnya jadi city of intellect bisa dilakukan. Tata kota, masterplan nya, siapa yang buat? Tentu akademisi, insinyur, dan sebagainya," lanjutnya.


Kritik yang dilontarkan Megawati langsung direspons berbagai pihak. Ada yang memberi respons pedas, ada pula yang mengapresiasi kritik Megawati. 


Salah satu pihak yang merespons adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.


"Kami menghormati menghargai siapapun memberikan komentar atas kota Jakarta, kami anggap semua masukan kritik sebagai obat bagi kami untuk terus meningkatkan dan memperbaiki kota Jakarta," kata Ahmad Riza Patria pada 10 November 2020 di Balaikota Jakarta.


Kritik Antrean Minyak Goreng


Kali ini, Megawati Soekarnoputri kembali mencuri perhatian lewat kritik pedasnya. 


Tak main-main, Megawati menyoroti para ibu-ibu yang saling berebut membeli minyak goreng.


"Sekarang kita lihat toh hebohnya urusannya beli minyak goreng. Saya tuh sampai ke ngelus dada bukan urusan masalah enggak ada atau mahalnya minyak goreng," kata Megawati dalam sebuah diskusi virtual, 17 Maret 2022.


"Saya itu sampai mikir jadi tiap hari ibu-ibu itu apakah hanya menggoreng. Sampai begitu rebutannya, apa tidak ada cara untuk merebus, lalu mengukus atau seperti rujak?" tanyanya.


Pernyataan ini jelas ramai jadi pembahasan di media sosial. Bahkan hingga Sabtu (19/3/22), PDIP masih jadi trending topic di Twitter. 


Pernyataan tersebut dianggap tak memberi solusi, namun hanya memperkeruh masalah tentang minyak goreng di Tanah Air.


Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto lalu mengajak masyarakat untuk melihat video Megawati secara utuh, bukan sekadar potongan yang viral tersebut. 


Megawati berbicara mengenai hal tersebut dalam konteks webinar mengenai stunting yang penting untuk tumbuh kembang anak. [Democrazy/suara]