-->

Breaking

logo

Sabtu, 01 Januari 2022

TNI Datangi Habib Bahar Smith, Refly Harun: Jangan Ikut Campur Urusan Sipil, Bahaya!

TNI Datangi Habib Bahar Smith, Refly Harun: Jangan Ikut Campur Urusan Sipil, Bahaya!

TNI Datangi Habib Bahar Smith, Refly Harun: Jangan Ikut Campur Urusan Sipil, Bahaya!

DEMOCRAZY.ID - Pakar hukum tata negara, Refly Harun ikut merespon sikap TNI yang mendatangi Pondok Pesantren Habib Bahar bin Smith dan memperingatkannya agar hati-hati dalam ceramah.


Refly Harun menilai, langkah TNI tersebut salah. Sebab itu rana kepolisian.


“Sepertinya kita harus buka-buka buku lagi ya ini. Antara peran militer atau TNI dan peran sipil atau polisi,” ujar Refly Harun melalui kanal YouTube, dikutip Sabtu (1/1/2022).


Refly mengatakan, tugas TNI itu bukan di wilayah sipil. Sementara polisi itu sipil yang dipersenjatai untuk keamanan di masyarakat.


“Jadi dia berbeda dengan TNI. TNI itu berada di wilayah perang atau pertahanan. Kalau polisi di wilayah keamanan,” jelasnya.


“Nah ini menurut saya harus kita tegakkan lagi ya. Jangan sampai, kata Rocky Gerung, TNI tergoda masuk wilayah politik,” sambung dia.


Menurut Refly, sangat bahaya jika TNI telah masuk wilayah sipil. Sebab TNI punya senjata.


“Karena kalau TNI masuk ke wilayah sipil itu berbahaya. Karena mereka itu aparat yang dipersenjatai. Karena itu, mereka tak boleh masuk ke wilayah sipil,” tegasnya.


Refly menilai, sikap TNI yang campur urusan sipil adalah peninggalan orde Baru.


“Ini memang peninggalan orde baru yang so long time, dimana TNI terlibat di wilayah wilayah sipil zaman dulu,” ungkapnya.


Ia mengatakan bahwa Polisi berfungsi melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat dengan menjaga keamanan dan ketertiban serta penegakkan hukum.


Sedangkan TNI berfungsi menjaga pertahanan negara, kepala pengadilan mengadili dan kejaksaan melakukan fungsinya.


Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith terlibat adu mulut dengan anggota TNI beredar di media sosial.


Sejumlah anggota TNI mendatangi kediaman Habib Bahar terkait ceramahnya tentang KSAS Jenderal Dudung Abdurrachman yang dianggap provokatif.


Seorang pria berseragam TNI itu terlihat memegang tongkat komando diduga jenderal bintang satu. Dia meminta agar Bahar tidak menyampaikan ceramah yang provokatif.


Namun Bahar menegaskan bahwa sebagai ulama sudah menjadi tugasnya untuk meluruskan sesuatu yang salah salah. 


Dalam hal ini ucapan KSAD Dudung Abdurrachman soal ‘Tuhan bukan orang Arab’. [Democrazy/fin]