-->

Breaking

logo

23 Desember 2021

Sindir Menteri Pecatan Jokowi, Gus Najmi: Giring Kan Mantan Vokalis, Wajar Kalau Suka “Nyanyi”!

Sindir Menteri Pecatan Jokowi, Gus Najmi: Giring Kan Mantan Vokalis, Wajar Kalau Suka “Nyanyi”!

Sindir Menteri Pecatan Jokowi, Gus Najmi: Giring Kan Mantan Vokalis, Wajar Kalau Suka “Nyanyi”!

DEMOCRAZY.ID - Ketua Umum PSI Giring Ganesha mengatakan Indonesia jangan sampai dipimpin oleh pembohong menteri pecatan Jokowi. Pernyataan ini pun menjadi polemik.


Mantan vokalis grup band Nidji itu dianggap provokatif dan bernada SARA.


Sekretaris Wilayah (Sekwil) DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta Najmi Mumtaza Rabbany angkat suara terkait dengan pernyataan kontroversial Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha dalam acara puncak HUT Ke-7 PSI di Jakarta, Rabu (22/12/2021).


Politikus muda partai berlambang Ka’bah ini menganggap bahwa pernyataan dari Giring justru menjadi ujaran yang mengandung SARA. Bahkan menurut Gus Najmi, panggilan akrabnya, pidato yang disampaikan oleh Giring sangat bernuansa provokatif.


“Saya justru menyesalkan tidak adanya kematangan dalam berpolitik dari seorang ketum partai. Isi pidato tersebut cenderung asumtif dan provokatif semata. Dengan pidato yang seperti itu, sulit untuk kita percaya bahwa partai tersebut dapat memberi pelajaran politik untuk kaum muda,” ujar Gus Najmi.


Gus Najmi menambahkan bahwa pernyataan Giring merupakan perwujudan dari gagasan pluralis represif yang justru mengancam persatuan dan kerukunan masyarakat di Indonesia.


“Alih-alih membela keberagaman, ucapan Bang Giring justru mengancam persatuan dan kerukunan masyarakat. Masyarakat punya preferensi politik dan perilaku memilihnya sendiri. Jangan sampai ke depan Bang Giring dan teman-teman justru mengemukakan pernyataan-pernyataan politik yang terkesan anti-Islam,” sambung sekwil PPP DKI ini.


Dengan nada bercanda, Gus Najmi mengingatkan masyarakat agar jangan terlalu heboh merespon pernyataan dari Giring yang merupakan mantan vokalis band Nidji ini.


”Bang Giring itu kan mantan vokalis, wajar kalau suka nyanyi. Dan harus diingat, anak muda sukanya adu program bukan adu domba.” tutup Gus Najmi.


Dkketahui, sebelumnya Ketua Umum PSI Giring Ganesha menyinggung sosok yang ditudingnya pembohong dan tidak layak menggantikan Presiden Jokowi nanti.


“Kemajuan akan terancam jika kelak yang menggantikan Pak Jokowi adalah sosok yang punya rekam jejak menggunakan isu SARA dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam pilkada,” kata Giring, dalam acara hari ulang tahun (HUT) ke-7 partainya, Rabu (22/12/2021).


Giring menyebut Indonesia akan menjadi suram jika dipimpin oleh seorang pembohong. 


Dia memberikan clue orang yang dimaksud itu, yakni seseorang yang digantikan dalam kabinet Jokowi.


“Indonesia akan suram jika yang terpilih kelak adalah seorang pembohong dan juga pernah dipecat oleh Pak Jokowi karena tidak becus bekerja,” ujarnya.


Giring menegaskan PSI tidak akan mendukung sosok yang dimaksud tersebut. 


PSI tegas akan menjadi oposisi jika tokoh yang dimaksud itu terpilih menjadi presiden.


“PSI menarik garis tegas, Pak, tidak berkompromi dengan orang yang menghalalkan segala cara, termasuk dengan memperalat agama, main mata, bergandeng tangan dengan kelompok intoleran, menggunakan ayat untuk menjatuhkan lawan politik,” ujarnya.


“Tapi Pak, bila kelak skenario terburuk terjadi dan kandidat punya rekam jejak politisasi agama itu menang pilpres, Pak, PSI siap menjadi oposisi sebagaimana yang kami buktikan di Jakarta hari ini,” lanjut Giring. [Democrazy/krn]