Saddam Hussein Memohon Jangan Ditembak saat Diseret Keluar dari Lubang | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Senin, 13 Desember 2021

Saddam Hussein Memohon Jangan Ditembak saat Diseret Keluar dari Lubang

Saddam Hussein Memohon Jangan Ditembak saat Diseret Keluar dari Lubang

Saddam Hussein Memohon Jangan Ditembak saat Diseret Keluar dari Lubang

DEMOCRAZY.ID - Hari ini, tepat tanggal 13 Desember 2003, mantan diktator Irak Saddam Hussein berhasil ditangkap pasukan Amerika Serikat (AS) setelah perburuan selama delapan bulan yang dramatis. 


Hussein diketahui menjabat sebagai Presiden kelima Irak selama 24 tahun, dari 1979 hingga ia digulingkan oleh koalisi pimpinan AS pada 2003. 


Ketika ibu kota Irak, Baghdad, jatuh ke tangan pasukan AS pada April 2003, diktator itu tidak ditemukan di mana pun. 


Dia menghilang setelah koalisi pasukan termasuk AS dan Inggris menyerbu dalam upaya untuk "melucuti senjata pemusnah massal Irak". 


Hal ini memicu salah satu perburuan paling intens dalam sejarah sebelum dia akhirnya ditangkap beberapa bulan kemudian.


Hussein adalah orang yang paling dicari di dunia selama periode delapan bulan sebelum akhirnya, pada bulan Desember 2003, AS menerima petunjuk bahwa tiran itu berada di suatu tempat di dekat tempat kelahirannya di Tikrit, 85 mil dari Baghdad. 


Informasi tersebut membawa mereka ke sebuah peternakan dan di sinilah pada tanggal 13 Desember Operasi Red Dawn berakhir setelah seorang tentara mengangkat selimut untuk mengungkapkan sebuah lubang kecil di tanah.


Bunker sedalam enam hingga delapan kaki itu cukup besar bagi seseorang untuk berbaring dan sebuah pipa telah dipasang untuk membiarkan udara masuk. 


Di situlah diktator jahat itu bersembunyi. Saat diktator merangkak keluar dari tempat persembunyiannya dengan tampang tidak dapat dikenali, dia berteriak kepada tentara yang menemukannya. 


Dia memohon agar tentara tidak membunuhnya saat dia ditangkap. 


“Jangan tembak, jangan tembak, saya Saddam Hussein. Saya adalah Presiden Irak dan saya bersedia untuk bernegosiasi,” ujar Hussein kala itu. 


Salah satu tentara AS hanya menjawab: "Presiden Bush mengirimkan salam". 


“Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, kami menangkapnya,” terang seorang tentara AS kala itu.


Setelah itu, sebuah kendaraan pemulihan lapis baja AS menghancurkan tangga marmer yang mengarah ke patung Saddam di Lapangan Firdoz Ali-Baba Baghdad.


Seorang tentara kemudian naik ke atas patung raksasa itu dan memasang rantai di leher patung itu sebelum menutup wajahnya dengan bendera AS.


Kemudian dia melilitkan bendera Irak ke leher patung itu sebelum patung itu dirubuhkan dengan sorak-sorai yang meriah. 


Penduduk setempat kemudian mulai menghancurkan kepala beton dan menyeretnya ke jalan. 


“Sadam pergi! Saddam pergi!” adalah nyanyian di seluruh negeri sebelum patungnya runtuh. 


Diketahui, Hussein telah memerintah Irak dengan tangan besi selama beberapa dekade dan telah melakukan tindakan brutal yang tak terhitung jumlahnya pada rakyatnya sendiri. 


Selama masa pemerintahannya, tiran itu mengusir 40.000 Muslim Syiah dan melancarkan serangan udara terhadap Iran, yang menyebabkan perang antara kedua negara, merenggut nyawa sekitar satu juta orang.


Dia juga memerintahkan penghancuran Dujail, sebuah desa di Irak utara, yang menyebabkan kematian lebih dari 140 orang. 


Pada tahun yang sama, lebih dari 5.000 orang tewas ketika dia memerintahkan serangan gas beracun terhadap Kurdi di Halabja di Irak utara. 


Pada November 2006, pengadilan Irak memutuskan Saddam bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan menjatuhkan hukuman mati dengan digantung. 


Dia dieksekusi  pada 30 Desember 2006 ketika berusia 69 tahun di Baghdad. [Democrazy/okezone]