Rocky Gerung ke PSI: Kalau Mau Ngejar Anies Itu Naik Kuda, Jangan Malah Naik Cebong! | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Selasa, 28 Desember 2021

Rocky Gerung ke PSI: Kalau Mau Ngejar Anies Itu Naik Kuda, Jangan Malah Naik Cebong!

Rocky Gerung ke PSI: Kalau Mau Ngejar Anies Itu Naik Kuda, Jangan Malah Naik Cebong!

Rocky Gerung ke PSI: Kalau Mau Ngejar Anies Itu Naik Kuda, Jangan Malah Naik Cebong!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Rocky Gerung buka suara menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha yang diduga menyindir Anies Baswedan.  


Sebelumnya, Giring sempat menyampaikan kekhawatirannya terhadap Indonesia apabila pemimpin yang terpilih merupakan sosok pembohong dan pernah dipecat oleh Presiden Jokowi. 


Hal itu diungkapkan Giring pada saat memberikan sambutan di perayaan HUT ke-7 PSI di Jakarta.


Rocky Gerung pun lantas menganalogikan Anies Baswedan dan Giring Ganesha adalah seorang koboy. 


Menurutnya, Anies kini telah menaiki kuda, sementara Giring menaiki cebong, sehingga tidak mungkin bagi cebong dapat menghabisi Anies Baswedan.


“Kalau misalnya, teman-teman di PSI punya cara untuk menghabisi Anies, Anies itu sudah di depan menaiki kuda, iya mesti dikejar dengan cara naik kuda juga, jangan nunggangi cebong,” kata Rocky Gerung, dalam video di kanal YouTube pribadinya, Selasa 28 Desember 2021. 


Selain itu, ia juga memberikan penjelasan jika panjat sosial yang dilakukan oleh Giring Ganesha dan PSI harus ada ilmunya kalau tidak ya sia-sia saja. 


“Panjat sosial itu harus ada ilmunya, Kalau sekadar kegaduhan ya, ya apa poinnya tuh? Toh ujungnya yang dikejar itu makin melesat,” lanjutnya.


Ia juga menilai akan percuma upaya untuk mempersoalkan Anies Baswedan selama tidak ada penantang yang signifikan. 


Hal tersebut dapat terjadi, kata Rocky, jika nama PSI berada di daftar oposisi pemerintahan, sehingga masyarakat akan menilai partai yang dipimpin Giring Ganesha itu tak hanya oposisi pada Anies Baswedan, melainkan juga pada Jokowi. 


“Percuma sebetulnya mempersoalkan Anies kalau belum ada penantang yang signifikan, kecuali nama PSI itu ada di daftar oposisi, maka orang akan menganggap oposisi pada Anies artinya betul-betul juga beroposisi pada Jokowi,” tandasnya. [Democrazy/terkini]